PINANGKAMPAI.COM, DURI – Akses lalu lintas menuju SMK N 1 Duri dan Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bengkalis di jalan Pipa Air Bersih, Kecamatan Bathin Solapan amblas, Kamis (28/1).

Kerusakan cukup parah terlihat sekitar 200 meter dari persimpangan jalan lintas Sumatera.

Tak tanggung, bidang jalan tampak ambruk ditelan bumi sekitar 40 Centimeter dan membentuk cekung kerusakan parah di tengah jalan.

Selain dalam, bidang yang amblas ternyata nyaris merambat ke seluruh bidang (lebar) jalanan. Hanya tersisa sedikit aspal yang masih bisa dilalui pengendara, sisanya jelas berbahaya bila nekat diterobos.

Kerusakan yang menyebabkan nyaris putusnya akses lalu lintas menuju Desa Petani itu terpantu telah berlangsung beberapa waktu belakangan. Dimulai dari retakan kecil, amblasnya pinggiran jalan hingga berujung remuknya sebagian besar bidang jalan yang menyebabkan perlintasan warga terganggu.

“Pertama tak sebesar itu, hanya lubang kecil saja. Lama kelamaan makin besar dan amblasnya semakin dalam,” kata Abdul Latief (27), salah seorang warga Perumahan Tahap III yang tak jauh dari lokasi amblasnya jalan.

Diduga, dasar tanah yang menjadi tumpuan aspal nan hitam kerap tergerus air. Beberapa waktu kemudian, curah hujan yang semakin tinggi membuat lapisan tanah di bawahnya kian tergerus dan tampak berlubang.

Dalam kondisi itu, beberapa kendaraan berat pun kerap melintas. Tak salah bila akhirnya ruas jalan itu amblas, lalu lintas pun terganggu dengan hanya mengandalkan satu lajur saja.

“Mau tak mau, harus sabar dan saling bergantian kalau mau melintas. Kalau tak sabar, bisa saja terjadi keributan bahkan kecelakaan,” sebut Abdul.

Terpantau oleh tim pinangkampai.com di lapangan, bidang jalan yang amblas tampak ditandai dengan pita pengaman dan beberapa benda di atasnya. Hal itu dilakukan atas inisiatif warga setempat, guna menghindarkan kecelakaan tepat di ruas jalan yang amblas.

Pentingnya penandaan, masih kata Abdul, sangat berarti bagi pengendara. Terutama pada malam hari, kerusakan jalan ditambah kurangnya cahaya penerangan bisa saja mencelakakan setiap pelintas.

“Makanya dikasih penanda, supaya tidak kebablasan. Takutnya ada yang melaju kencang, kalau tak ada penandanya kan bisa bahaya. Bisa makin panjang urusannya,” sebutnya.

Hingga berita ini diterbitkan, keadaan jalan itu masih serupa. Kerusakan parah, dalam dan melebar masih terpantau di ruas jalan tepat di samping rangkaian pipa hitam memanjang di lokasi itu.

“Semoga segera diperbaiki, jadi risiko kecelakaan bisa ditekan dan perjalanan pengguna jalan bisa lebih aman,” pungkasnya.