PINANGKAMPAI.COM, DURI – Sedikitnya tujuh orang pria berhasil dibekuk jajaran kepolisian sektor (Polsek) Mandau, Kamis (14/1) lalu.

Ketujuhnya dibekuk tim buru dan sergap (Buser) saat tengah asyik melancarkan aksi tembak-tembakan ikan di meja diduga gelanggang perjudian di jalan lintas Duri-Dumai (Duri XIII), Desa Bathin Sobanga, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis.

Kapolres Bengkalis, AKBP. Hendra Gunawan, SIK., MT, melalui Kapolsek Mandau, Kompol. Arvin Hariyadi, SIK membenarkannya. “Benar bang, ada penangkapan tujuh terduga pelaku judi di Bathin Solapan Kamis lalu,” kata Kompol. Arvin kepada pinangkampai.com, Minggu (17/1) pagi.

Adaoun ketujuhnya, kata dia, yakni RS (41), JP (25), RF (27), I (20), K (51), KM (38), dan F (25). Ketujuhnya merupakan pria dan diciduk saat tengah berselancar ria di meja perjudian kala itu.

Kompol. Arvin menjelaskan, penangkapan terhadap tujuh pria nakal ini dilakukan pada pukul 16.00 WIB, Kamis (14/1) lalu. Ia mengaku memerintahkan personelnya untuk segera menertibkan penyakit masyarakat (judi, red) yang ada di wilayah itu.

Menindak lanjuti instruksi tersebut, Kanit Reskrim Polsek Mandau, IPTU Firman Fadhila, SIK langsung melakukan penyelidikan. Detail-detail informasi dikumpulkan untuk segera melancarkan aksi terhadap para terduga pelaku perjudian.

“Hasil lidik, benar ada aksi perjudian di lokasi tersebut. Maka penggerebekan pun dilakukan,” ujarnya.

Hasil penangkapan, didapati 7 (tujuh) pria yang tengah asyik bermain judi jenis mesin (berbentuk meja) tembak ikan-ikan. Tak buang kesempatan, ketujuhnya pun disikat berbarengan dengan seluruh barang bukti yang ikut diangkut.

Adapun sejumlah barang bukti yang diangkut kala itu, kata dia, yakni satu unit mesin tembak ikan, sejumlah uang diduga hasil perjudian milik para pelaku dengan nominal Rp1.363.000, sebuah kunci untuk membuka permainan dan sebuah chip yang digunakan untuk bertransaksi kepingan koin di meja judi tersebut.

Atas perbuatannya, ketujuh terduga pelaku perjudian ini langsung digelandang ke Mapolsek Mandau untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka dijerat dengan ketentuan Pasal 303 KUH Pidana tentang Perjudian,” pungkasnya.