PINANGKAMPAI.COM, JAKARTA – Pemerintah akan segera memberlakukan sanksi bagi siapa saja yang melanggar protokol kesehatan pada masa pandemi Coronavirus Disease Nineteen (Covid-19).

Dalam membahas penerapan dan jenis sanksi tersebut, Presiden Joko Widodo pun mengumpulkan para gubernur se-Indonesia untuk memberi arahan dan ketegasan.

Presiden Jokowi mengumpulkan para gubernur di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (15/7). Pertemuan tersebut untuk membahas penerapan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan pada masa perebakan virus corona.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang hadir mengatakan penerapan sanksi dibutuhkan agar kedisiplinan masyarakat meningkat, sehingga penularan virus bisa ditekan secara maksimal.

“Memang untuk menuntaskan wabah ini diperlukan kerja sama antar Pemerintah dan masyarakat. Bila membandel, penerapan sanksi bisa diterapkan karena tujuannya untuk kebaikan bersama,” kata Khofifah, Rabu lalu.

Pembahasan dan arahan itu sendiri berjalan sangat fokus, sejumlah gagasan pun bermunculan dalam mensukseskan kinerja pemerintah untuk secepatnya memberantas virus corona dari Bumi Pertiwi.

“Bila penerapan sanksi itu bagus dan mampu menekan angka jangkitan virus, saya pikir tidak ada masalah,” pungkasnya dihadapan para undangan.

Gubernur lain yang hadir tampak antusias, senada, sang pimpinan, Presiden RI sangat menyambut baik setiap masukan yang ada. Namun Khofifah tetap berharap dan berfokus dalam menanggulangi Covid-19 dengan menempuh berbagai cara, termasuk penerapan sanksi bila hal itu berdampak baik dalam mengurangi jangkitan.

“Saya pikir kita ini perlu lebih tegas, agar masyarakat bisa memahami maksud dan tujuan Pemerintah. Bila (sanksi) mampu mengurangi angka jangkitan, kenapa tidak?” pungkasnya.