PINANGKAMPAI.COM, DURI – Peredaran gelap Narkotika dan Obat-obatan terlarang (Narkoba) di wilayah Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis kian menjadi. Tepat tengah malam tadi, jajaran petugas dari Mapolsek Mandau disebut melakukan penangkapan di Kilometer 18 Kulim, Desa Sebangar sekitar pukul 00.00 WIB, Minggu (5/7).

Kapolsek Mandau, Kompol Arvin Hariyadi, SIK membenarkannya. Berdasarkan rilis resmi yang disiarkannya melalui Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Brigadir Ilham, Kompol Arvin menegaskan bahwa warga tersebut berinisial Z (40).

“Pria yang berusia hampir setengah abad itu diamankan dalam perkara atau kasus tindak pidana Narkotika jenis daun ganja kering,” kata Kompol Arvin dalam siaran persnya.

Memastikan lebih detail, tim pun menghubungi sang Pimpinan di kubu Bhayangkara ranting Mandau itu. Ia pun menjelaskan bahwa awalnya jajaran dari Mapolres Bengkalis berkoordinasi dengan tim Operasional (Opsnal) Polsek Mandau terkait penyelidikan peredaran Narkotika di wilayah Desa Sebangar, Bathin Solapan.

“Lidik lapangan dilaksanakan tim dari Polres Bengkalis dan Polsek Mandau terkait akan adanya suatu transaksi yang mencurigakan di wilayah tersebut, tim pun meluncur,” jelas Kompol Arvin lewat telepon selularnya.

Aksi lapangan dikomandoi langsung oleh IPTU Firman Fadhila, SIK, Kepala Unit Reserse dan Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Mandau. Kemudian, sekitar pukul 00.00 WIB, tim yang berada di lapangan melihat gerak-gerik yang mencurigakan.

Benar saja, saat itu tim melihat Z tak jauh dari lokasi pengamatan. Tak membuang waktu terlalu lama, petugas pun langsung menyergap Z yang merupakan warga jalan Abdul Rabkan, Kelurahan Bukit Timah, Kecamatan Dumai Selatan.

Setelah berhasil mengamankan Z, petugas pun melaksanakan penggeledahan dan kemudian ditemukan 5 (lima) bungkus atau paketan yang diduga berisikan Narkotika jenis daun ganja kering dengan berat sekira 400 gram.

“Barang haram jenis tanaman itu ditemukan di dalam tas merek kuda laut berwarna hitam, tas itu ditemukan pada pijakan kaki depan sepeda motor merek Honda Vario warna putih-biru bernomor polisi BM 2972 RU,” terang Kapolsek Mandau.

Selain itu, tambahnya, tim di lapangan juga menemukan nominal uang tunai senilai Rp1.100.000 (satu juta seratus ribu) di dalam dompet. Kemudian, juga ditemukan satu unit telepon genggam merek Vivo warna hitam dari dalam kantong celana Z.

Setelah melaksanakan penangkapan, penggeledahan dan oengamanan sejumlah barang bukti, jajaran tersebut mencoba melakukan interogasi kepada Z perihal kepemilikan ganja tersebut.

“Berdasarkan keterangannya, Z mengaku mendapat daun ganja kering itu dari seseorang berinisial S yang berdomisili di Kota Dumai. Tak lama, tim langsung membawa terduga pelaku kepemilikan barang haram itu ke Mapolsek Mandau guna proses penyelidikan lebih lanjut,” paparnya.

Dikonfirmasi terpisah, IPTU Firman Fadhila, SIK pun membeberkan bahwa Z merupakan bandar sekaligus pengedar. Dalam aksi perburuan tersebut, tim yang dinakhodainya malam itu berhasil menggempur warga Dumai Selatan yang berupaya menyelundupkan barang terlarang itu ke wilayah Kabupaten Bengkalis.

“Beliau (Z) itu bandar, juga pengedar. Atas koordinasi dan instruksi langsung dari Pimpinan (Kapolsek) maka kita terjun bersama tim dari Polres. Alhamdulillah, kita berhasil mengamankan terduga pelaku lengkap dengan sejumlah barang bukti yang turut kita bawa ke Mapolsek Mandau,” tambah IPTU Firman saat dikonfirmasi, Minggu malam.

Atas perbuatannya, Z terancam jerat hukuman berat sebagaimana dianulir dalam Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.