PINANGKAMPAI.COM, RIAU – Sekitar 17 ekor kawanan gajah liar dilaporkan menyasar masuk ke perkebunan warga di wilayah Kuantan Singingi (Kuansing), Kamis (1/4).

Akibatnya, cukup banyak tanaman warga yang rusak dimakan satwa berbadan tambun dilindungi itu. Perlahan, kawanan mamalia darat ini terus mengkudapi tanaman di hamparan kebun nan merugikan itu.

Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah I Riau, Andri Hansen Siregar membenarkannya.

Ia mengatakan, kawanan gajah liar itu datang dari wilayah Taman Nasional Teso Nilo (TNTN) dan melintasi oerkebunan warga. “Terakhir terpantau Minggu (4/4) kemarin. Saat ini tim masih berada di sana. Kawanan satwa ini melintasi tiga desa, yakni desa Sei Kijang, Teratak Rendah dan Rambah,” kata Hansen.

Kemudian, pada hari Minggu lalu, pihaknya kembali melakukan penyisiran di wilayah tersebut. Namun, tim gabungan tak lagi menemukan kawanan gajah yang sejatinya berjumlah 18 ekor dari TNTN itu

Pihaknya hanya menemukan bekas berupa jejak, kotoran hingga tanaman masyarakat yang rusak menjadi santapan satwa bernama latin Elephas Maximus Sumatranus itu.

“Sejatinya wilayah ini memang daerah perlintasanya menuju Gunung Melintang hingga ke TNTN,” katanya.

Katanya, saat ini tim BBKSDA Riau masih berada di tiga desa yang menjadi perlintasan gajah tersebut. Pihaknya tengah melakukan mitigasi dan bersinergi bersama masyarakat untuk upaya penggiringan dan mengantisipasi adanya konflik antara masyarakat dan satwa tersebut.

“Sambil menunggu kesepakatan, saat ini masyarakat juga masih melakukan penjagaan di kebunnya masing-masing. Kalau malam mereka membuat api unggun untuk menghalau gajah tersebut masuk ke kebun mereka,” tandasnya.