PINANGKAMPAI.COM, DURI – Berupaya dalam memberantas Pandemi Coronavirus Disease Nineteen (Covid-19), Camat Mandau, Riki Rihardi, beserta jajarannya melakukan penyisiran di beberapa tempat-tempat keramaian, Kamis (16/4) sekitar pukul 00.30 WIB.

Mulai dari fasilitas penginapan, kios-kios penjajah makanan dan minuman, warung internet (warnet), hingga beberapa tempat lainnya turut menjadi target penyisiran kerumunan warga Duri. Beberapa warga tampak dibubarkan saat berkerumun, beberapa diantaranya bahkan diamankan menuju Markas Satpol PP Mandau.

Camat Riki mengatakan, pihaknya melakukan penyisiran sebagai langkah antisipatif dalam pencegahan dan memastikan agar Covid-19 tidak menginfeksi Salah satu warganya. Ia juga menyebut bahwa Duri wilayah ter-rawan dalam penularan virus mematikan itu lantaran masih tingginya aktifitas masyarakat di luar rumah.

“Makanya kita adakan penertiban ini, jadi kalau masih bisa kita bubarkan ya kita bubarkan. Tapi kalau membandel, ya kita angkut. Kita amankan ke kantor,” ungkap dia Kamis dini hari.

Sepanjang jalan Jenderal Sudirman dan ruas-ruas gang yang berpotensi terjadinya keramaian atau kerumunan muda-mudi disasar olehnya beserta seluruh pihak yang terjun malam itu. Ruas lintas Sunatera di jalan Hangtuah Duri juga tak luput dari penyisiran.

Beberapa kawula muda yang masih asyik trek-trekan di jalan lintas tampak dibubarkan dengan sirine yang menghantam gendang telinga larut malam itu, tak sedikit teriakan personel gabungan yang memerintahkan kerumunan untuk bubar dan pulang.

“Pulang! Pulang semua.. Jangan berkerumun lagi, Segera membubarkan diri,” teriak jajaran TNI-Polri dan Satpol PP Kecamatan Mandau, Kamis dini hari.

Puluhan pemuda yang berboncengan dengan pujaan hati pun tancap gas menghindari patroli petugas, penyisiran itu diakhiri sekitar pukul 02.00 WIB setelah dimulai pada Rabu (15/4) sekitar pukul 22.00 WIB.

Riki berharap, segala aktifitas masyarakat di luar rumah untuk lebih diminimkan. Pemilik usaha di Duri juga diingatkan untuk tidak melayani pengunjung hingga larut malam dan berkerumun, guna mengefektifkan pencegahan Covid-19 di kota penghasil minyak bumi itu.

“Aktifitas malam di luar rumah, sebisa mungkin dikurangi. Apalagi untuk pemilik usaha, jangan sampai larut malam. Jangan layani keramaian, sebisa mungkin diarahkan untuk sistem bungkus saja bila ada yang membeli makanan atau minuman. Kita harus menciptakan ketentraman untuk kota ini, kita yang harus menciptakan bukan orang dari daerah lain. Mari lah saling kooperatif, agar wilayah kita tidak semakin buruk kondisinya,” pungkas Riki.