PINANGKAMPAI.COM, BENGKALIS – Badan Narkotika Nasional (BNN) RI akhirnya melimpahkan dugaan kasus penyelundupan 52 Kilogram (Kg) Shabu-shabu. Kasus itu dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis, Riau, Kamis (25/2).

Dikonfirmasi, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bengkalis, Nanik Kushartanti, SH., MH melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum), Immanuel Tarigan, SH., MH membenarkannya. “Benar, BNN sudah melimpahkan kasusnya ke Kejari Bengkalis,” kata Jaksa Immanuel Tarigan.

Dalam kasus itu, dua orang disangkakan berinisial Sy alias Syarifuddin dan RN alias Riki. Keduanya diserahkan kepada jajaran tersebut, lengkap dengan barang bukti dalam perkara yang dilimpahkan.

“Tersangka dan barang buktinya sudah diserahkan,” ujarnya.

Disebutkan, kasus tersebut telah dinyatakan lengkap alias P21. Dengan demikian, kedua terduga penyelundup shabu ini resmi menjadi tahanan Kejari Bengkalis.

“Berkas sudah P21. Sudah jadi tahanan kejaksaan dan dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Pilres Bengkalis,” sebutnya.

Usut punya usut, keduanya diciduk petugas saat hendak menyelundupkan Narkotika jenis serbuk kristal yang diduga shabu-shabu. Penyelundupan itu termasuk dalam jaringan internasional, dengan rute dari Malaysia menuju Bengkalis.

Sebagai pemeran utama, RN alias Riki yang merupakan seorang tahanan di Lapas klas II A Bengkalis disebut dan diduga memerintahkan Syarifuddin dan Syamsir (DPO) untuk menjemput barang haram itu dari negeri jiran, Malaysia.

Di sana, keduanya bertemu dengan seorang yang tak dikenal dan menerima 50 paket diduga shabu dalam balutan kemasan teh China. Pasca serah-terima, tersangka langsung membawa paketan tersebut menuju Bengkalis melewati rute Pantai Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis.

Aksi penyelundupan ini pun terendus petugas dari BNN RI dan kemudian dilakukan pengejaran. Sadar aksinya diketahui, pengelundup shabu ini pun berupaya kabur.

Tak lama, tersangka diciduk di Dumai, di kediamannya sendiri. Setelah sempat kabur, aksinya pun dicegat. Para tersangka pun digelandang berikut barang bukti yang juga telah diamankan.

“Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, mereka akan segera disidang dan dijatuhi hukuman oleh Hakim,” pungkasnya.