PINANGKAMPAI.COM, JAKARTA – peningkatan aktifitas masyarakat di kolasi kerja, khususnya perkantoran diduga kuat telah menjadi sasaran klaster baru dalam rantai panjang penularan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

Menanggapi hal tersebut, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto pun menginstruksikan agar seluruh pegawai di lingkungan Kementerian Kesehatan menjalani test swab dengan pemeriksaan RT-PCR, sebelum dan sesudah melakukan perjalanan dinas keluar kota.

Pemeriksaan swab tersebut wajib dilakukan sebagai bentuk pencegahan dan pengendalian COVID-19 agar tidak semakin merembet luas.

“Untuk itu saya meminta agar semua yang tugas dinas diperiksa swab, tujuannya agar tidak terjadi penularan. Karena bisa saja kita dari luar kota jadi carrier, ini harus menjadi perhatian kita bersama,” kata Menkes RI, Terawan Agus Putranto, sebagaimana dilansir dari situs resmi Kemenkes RI, Kamis (30/7) pagi.

Ia menegaskan bahwa lokasi atau tempat kerja menyimpan potensi atau kontribusi besar dalam penyebaran virus tersebut. Oleh karenanya, pemeriksaan dini sebagai tindak mitigasi dengan alur swab test sangat penting dilaksanakan.

“Jumlah pekerja, mobilitas dan interaksi dalam aktifitas pekerja cukup tinggi, apabila bisa dilakukan mitigasi dan menyiapkan tempat kerja yang aman, maka diharapkan bersama-sama kita dapat memutus rantai penularan,” imbuhnya.

Atas dasar itulah kemudian Menkes menekankan agar pembukaan kembali aktifitas perkantoran harus dipersiapkan secara matang dengan memperhatikan keamanan dan kenyamanan para pekerja.

Terawan mengatakan bahwa prinsip-prinsip pencegahan COVID-19 seperti wajib memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun juga dinilai harus dilaksanakan oleh pengelola maupun pekerja perkantoran agar paparan pandemi tidak membentuk klaster baru dalam penularannya.

Sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19 di perkantoran, Kementerian Kesehatan telah menerbitkan Kepmenkes Nomor 328 Tahun 2020 yang berisi 23 protokol kesehatan yang menganulir:

Membatasi kontak langsung antar pekerja dengan membatasi jumlah pekerja paling banyak 50 persen; mengoptimalkan WFH dengan penyesuaian hari dan shift pengaturan jam kerja; memanfaatkan teknologi; menyediakan fasilitas cuci tangan pakai sabun; mewajibkan pekerja menggunakan masker; melakukan skrining suhu tubuh; melakukan disinfeksi di lingkungan kerja secara berkala dan lain sebagainya.

“Jangan sampai ini menimbulkan kekhawatiran baru ditengah masyarakat. Kuncinya protokol kesehatan, dengan disiplin menerapkan panduan tersebut diharapkan dapat meminimalisir risiko penularan di perkantoran akibat dari berkumpulnya banyak orang dalam satu lokasi,” kata Menkes Terawan.

Pihaknya juga berpesan bahwa upaya memutus rantai penularan adalah tanggung jawab bersama, oleh karena itu masyarakat diimbau untuk selalu memperhatikan kesehatan dan daya tahan tubuhnya, patuh dan disiplin mematuhi aturan pemerintah serta saling mengingatkan sesama untuk disiplin menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Perlu diketahui, klaster COVID-19 terjadi ketika ada konsentrasi infeksi pada suatu area, waktu dan paparan yang sama. Untuk itu, penyebaran di satu titik tertentu tidak dapat dikatakan klaster ketika kasus yang ditemukan tidak saling berhubungan.

“Sebagai langkah mitigasi, seluruh personel di Kemenkes wajib swab sebelum dan sesudah perjalanan dinasnya,” tutupnya.