PINANGKAMPAI.COM, DURI – Seorang pasien dalam pengawasan (PDP) terkait paparan Coronavirus Disease Nineteen (Covid-19) dikabarkan wafat sekitar pukul 21.44 WIB, Sabtu (30/5) lalu.

Saat dikonfirmasi, Direktur RSUD Kecamatan Mandau, dr. Sri Sadono, melalui Kabid Humas Iwan Ridwan membenarkannya. Ia membeberkan bahwa pasien tersebut berinisial P, berjenis kelamin perempuan (wanita) dan berusia sekitar 54 tahun.

Almarhumah PDP itu merupakan warga Desa Petani, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis. Sebelum dibawa ke RSUD Mandau, PDP itu sempat berobat ke fasilitas kesehatan (Faskes) Praktik Bidan Kumala Sari, Amd. Keb.

“P pun masuk IGD 29 Mei lalu, sekitar pukul 04.20 WIB. Selanjutnya dirawat dan diisolasi,” kata Iwan kepada saat dikonfirmasi tim pinangkampai.com, Senin sore.

Saat dirawat, sampel darah pasien sempat diambil untuk tindakan rapid test. Dalam rangkaian pemeriksaan itu, hasilnya disebut Non-Reactive. Sampel swab pun diambil kemudian, namun hingga malam ini hasilnya belum diterbitkan.

Saat menjalani perawatan, kondisi P dikabarkan tak stabil dan mengalami henti napas sekitar pukul 20.30 WIB, Sabtu (30/5) malam. Tindakan resusitasi dan pemberian obat-obatan pun telah dilakukan, namun fakta berkata lain. Pasien wanita PDP Covid-19 itu akhirnya wafat sekira pukul 21.40 WIB.

Petugas kepolisian dari sektor (Polsek) Mandau pun mengawal iring-iringan ambulan menuju ke taman pemakaman umum (TPU) yang tak jauh dari kediaman almarhumah, di jalan Simpang Lima, Desa Petani, Kecamatan Bathin Solapan.

“Sekitar pukul 01.44 WIB, Minggu (31/5) jenazah dijemput untuk kemudian dibawa ke lokasi pemakaman. Pemakaman pun sesuai dengan protap Covid-19,” pungkasnya.

Dalam pengawalan, Kapolsek Mandau Kompol Arvin Hariyadi, SIK dan jajaran, serta Babinsa Desa Petani pun hadir di tengah gelapnya situasi malam itu. Pemakaman itu sendiri berjalan lancar, serta tetap mengedepankan protokol kesehatan yang diawasi ketat oleh Kapolsek Mandau.