PINANGKAMPAI.COM, DURI – Forum Komunikasi Pimpinan daerah Kecamatan (Forkopimcam) Mandau menggelar rapat khusus guna membahas giat penanggulangan wabah pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), Selasa (21/9) lalu.

Pada kesempatan itu, Camat Mandau Riki Rihardi, Kapolsek Mandau Kompol Arvin Hariyadi, SIK, Danramil 04/Mandau Kapt. Arh. H. Sitorus, Sekcam Mandau M. Rusydy, Babhinkamtibmas Bripka Sandos, Babinsa Serma Amirudin, Lurah Air Jamban Zama Rico Dakanahay, Kepala UPT Puskesmas Duri Kota dr. Anggie Siswelly dan perangkat pejabat lainnya turut hadir.

Dalam rapat yang dipimpin langsung oleh Riki, sejumlah polemik terkait penanggulangan pandemi itu dibahas tuntas. Mulai dari kedisiplinan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan, sampai dengan wacana pembatasan sosial berskala mikro (PSBM) dibahas.

“Kedisiplinan masyarakat harus dimaksimalkan, kalau kedapatan melanggar protokol kesehatan bisa langsung diberi sanksi,” kata Riki dalam pertemuannya beberapa saat lalu.

Secara spesifik, lanjut Riki, Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Mandau berniat segera menerapkan PSBM di setiap Desa/Kelurahan yang terdapat pasien terkonfirmasi positif COVID-19 tanpa gejala (OTG, red).

Menurutnya, setiap OTG di suatu wilayah wajib dipantau secara maksimal selama masa karantina mandirinya. Selama belum pulih, isolasi mandiri terhadap OTG di suatu wilayah wajib dilakukan dan dipantau dengan baik.

Guna memantau keberlangsungan karantina mandiri inilah, tegas dia, diperlukan adanya PSBM agar lingkungan sekitar bisa lebih disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan dan sekaligus mencegah adanya penularan (transmisi lokal).

“Jadi setiap Desa atau Kelurahan yabg ada OTG, perlu dilakukan PSBM. Nah, setiap personel satuan tugas (Satgas) nantinya akan stay di masing-masing posko PSBM untuk memantau OTG yang mengisolasi diri,” jelas Riki.

Riki menambahkan bahwa PSBM memiliki cakupan wilayah yang lebih kecil dibandingkan PSBB yang luas atau cakupan operasinya meliputi Kabupaten/Kota, bahkan teritorial Provinsi.

Penerapan pembatasan mikro nantinya hanya difokuskan di lingkungan terkecil, misalnya tingkat Kecamatan, Desa/Kelurahan, atau bahkan tingkat lingkungan RT/RW yang menjadi prioritas.

“PSBM kecil ini hanya dilakukan di wilayah Kelurahan/Desa atau RT/RW yang warganya terinfeksi COVID-19, bukan menyeluruh,” tuturnya.

Terkait penerapannya, Riki menyebut bahwa wacana itu bakal segera diterapkan mengingat OTG COVID-19 di wilayah Kecamatan Mandau kian menggila peningkatannya.

“Sesegera mungkin kita laksanakan,” cetus Riki.

Cetusan wacana itu dilandaskannya karena ketidakdisiplinan masyarakat yang terinfeksi virus dalam melaksanakan isolasi mandiri. Fenomena itu tentunya menjadi suatu perhatian besar bagi para pimpinan tersebut agar secepat mungkin membangun posko-posko kecil di setiap daerah yang memiliki pasien OTG.

“Kepada Lurah dan Kades agar dapat mengajak para RT/RW-nya bekerja sama dalam melakukan pengawasan atau pemantauan terhadap pasien OTG yang berada di wilayahnya masing-masing,” pintanya.

Langkah itu ditegaskannya untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya berfokus untuk menjaga kedisiplinan di tengah masyarakat agar wabah mendunia itu tak semakin melonjak.

Senada, Kapolsek Mandau juga menyatakan bahwa segenap personel dalam Satgas COVID-19 harus menjalin dan memperkokoh sinergitas bersama antara Lurah, Kades, Babinkantibmas, Babinsa, serta pejabat di lingkungan RT/RW.

“Semoga PSBM ini dapat memudahkan kita untuk meninjau dan mengawasi kedisiplinan pasien yang sedang melakukan isolasi mandiri secara mandiri dan selanjutnya dapat menekan penyebaran virus pasien OTG terhadap masyarakat lainnya.” tutur Kompol Arvin.

Menyambut baik pembahasan itu, Zama Rico Dakanahay, Lurah Air Jamban pun mengaku siap dan mendukung penuh bila nantinya PSBM diterapkan. Ia sendiri bahkan mengaku siap untuk berkeliling bersama Satgas COVID-19 dalam memantau kedisiplinan warga atau pasien OTG yang menjalankan isolasi mandiri.

“Kami jajaran Lurah dan Kepala Desa yang ada di Kecamatan Mandau tentu sangat mendukung wacana ini. Dan kami siap mengawasi langsung, tentunya protokol kesehatan tetap kita junjung tinggi,” tambah Zama Rico.

Zama berharap agar PSBM dapat sesegera mungkin diterapkan dan memberi efek yang baik dalam menekan lonjakan atau penularan wabah COVID-19 di Kecamatan Mandau.

“Sebaiknya segera dilakukan, dan semoga hasilnya baik,” pungkasnya.