PINANGKAMPAI.COM, BENGKALIS – Bagaimanapun cara menyimpannya, aroma busuk dari bangkai pasti bakal terungkap, begitulah sekiranya pengungkapan kasus kejahatan di wilayah hukum kepolisian resor (Polres) Bengkalis, Riau.

Sebagaimana dipaparkan dalam konferensi persnya, Kapolres Bengkalis AKBP. Hendra Gunawan, SIK., MT, didampingi Kasatreskrim AKP. Meki Wahyudi, SIK., SH dan Kapolsek Pinggir Kompol Firman V.W.A Sianipar, S.H, M.H turut membenarkan hal itu.

“Dari pengungkapan kasus kali ini, ada yang telah berulang kali keluar masuk penjara. Seolah tak jera dan seakan berusaha mengelabui petugas, tapi akhirnya tetap tertangkap juga,” kata AKBP Hendra, Kamis (26/11) lalu.

Awal pengungkapannya, ia dan jajaran disebut mendapat informasi atas adanya dugaan peredaran uang palsu alias Upal. Menindaklanjuti hal itu, personelnya pun menyebar melancarkan penyelidikan.

Tak butuh waktu lama, petugas berhasil membekuk MJ di kediamannya, Jumat (6/11) silam.

Dari tangan tersangka pertama ini, petugas menemukan barang bukti berupa lembaran rupiah palsu pecahan lima puluh ribu sebanyak tujuh lembar atau bernominal Rp350 ribu (palsu). Saat ditelusuri, MJ mengaku bahwa lembaran uang palsu itu diperoleh dari tersangka Kurniadi alias Kur.

Mengembangkan penyelidikan, petugas langsung melakukan pengejaran terhadap Kur dan kemudian berhasil membekuknya tanpa perlawanan di rumahnya, sekira pukul 13.00 WIB, Jumat (13/11) lalu.

“Bahwa benar, Kur mengaku telah menyerahkan uang palsu kepada Jeli alias MJ. Kemudian Kur juga mengaku meminta S (DPO) untuk kembali mencetak sebanyak 22 lembar upal pecahan lima puluh ribu yang dicetak dengan menggunakan printer,” ujarnya.

Kemudian, masih katanya, petugas kembali melakukan pengejaran terhadap S. Namun sayang, pelaku ini berhasil melarikan diri.

Dari rumah S, petugas berhasil menemukan barang bukti berupa printer yang digunakan para pelaku untuk mencetak lembaran uang palsu. Saat itu pula, petugas mendapati lembaran upal yang belum tercetak dengan sempurna.

“Usut punya usut, tersangka Kur ini ternyata masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Bengkalis terkait kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) atau pencurian dengan pemberatan (Curat),” imbuhnya.

Diinterogasi mendalam, Kur akhirnya mengaku sejak tahun 2019 sampai 2020 ini sudah enam kali melakukan Curanmor di wilayah hukum Polres Bengkalis. Ditelusuri kebenarannya, ternyata benar ada empat laporan di lokasi yang berbeda-beda dengan motor hasil curian langsung dijual ke pembelinya.

Dari tangan Kur, petugas berhasil menyita barang bukti berupa helm, baju, kunci leter Y, jaket, sepatu, sejumlah BPKB, kunci kontak sepeda motor serta STNK.

“Tersangka Kur inilah yang sudah berulang kali keluar masuk penjara. Tepatnya sudah tujuh kali bolak balik Lapas dalam kasus Curnanmor. Ia mengaku keluar dari Lapas Rohil pada 2019 lalu dan kini ditangkap kembali,” tegas Hendra.

Dalam pengembangan, tak hanya kasus Upal dan Curanmor yang menjerat Kur. Ternyata, ia juga terlibat dalam kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu.

Hal itu secara jelas terbukti saat penangkapan terhadapnya dilakukan, kala itu ia kedapatan tengah mengkonsumsi sabu di kediamannya. Saat digeledah, petugas juga menemukan barang bukti berupa dua paket diduga sabu-sabu serta plastik zipper kecil.

Setelah diungkap, kasus penyalahgunaan sabu-sabu itu langsung dilimpahkan ke Polsek Mandau dan Satresnarkoba Polres Bengkalis untuk pengembangan lebih lanjut.

“Pengakuannya, Kur sengaja menggunakan uang palsu untuk membeli sabu-sabu. Atas perbuatannya, Kur dan para pelaku yang berhasil ditangkap ini bakal diganjar dengan ancaman pidana berat,” pungkasnya.