PINANGKAMPAI.COM, BENGKALIS – Wabah Coronavirus Disease 2019 atau lebih anyar disebut dengan istilah COVID-19 kian menggila peradangannya di wilayah Kabupaten Bengkalis.

Tak ayal, berbagai kasus baru akibat infeksi SARS-nCoV-2 itu kian menambah entri data pasien yang dirawat di fasilitas kesehatan (Faskes) maupun yang menjalankan isolasi mandiri di kediaman masing-masing.

Bahkan sampai pagi ini, paparan wabah mendunia itu masih dilaporkan. Belum ada tanda-tanda berakhirnya, yang ada justru sebaliknya. Perebakan semakin menggila, korban virus pandemi semakin banyak.

Dalam keadaan ini, tentu pelik rasanya dirasakan masyarakat. Berbagai sektor usaha, pariwisata, industri, pendidikan, kesehatan, hingga jalannya peribadatan antar umat beragama turut terimbas.

Keadaan paling menyiksa yakni kian getirnya siklus perekonomian warga di tengah pandemi COVID-19. Bagaimana tidak, saat ini angka pengangguran kian melonjak akibat banyaknya perusahaan yang merana dan berujung pada pemutusan hubungan kerja, atau bahkan perusahaannya yang tak lagi berdaya memperpanjang kontrak karyanya.

Pergerakan ekonomi bak berada di fase kritis, kini mayoritas masyarakat di negeri junjungan itu hanya berharap akan uluran tangan Pemerintah lewat bantuan sosial (Bansos)-nya.

Ya, masyarakat hanya berharap agar bantuan langsung tunai (BLT) yang diselaraskan dengan istilah bantuan sosial tunai (BST) tahap ke-4 dapat segera dicairkan guna meringankan beban perekonomian.

Namun apalah daya, kini BST yang disalirkan lewat setiap Kelurahan yang ada di Kabupaten Bengkalis telah usai. Mentok di tahap tiga, begitu saja daya mampunya.

Hj. Martini, Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Bengkalis menegaskan bahwa BST atau BLT yang disalurkan lewat Kelurahan tak lagi diperpanjang.

Keadaan ini dilandaskan dengan tidak adanya anggaran yang dapat dibagi rata, untuk kemudian disalurkan sebagai bantuan bagi masyarakat di tengah peliknya siklus perekonomian masyarakat.

“BST atau BLT lewat Kelurahan sudah selesai, mentok hanya sampai tahap tiga saja,” kata Martini kepada tim pinangkampai.com di kantor tugasnya beberapa saat lalu.

“Memang karena anggarannya tidak ada lagi, jadi apa yang mau kita salurkan mas?,” keluhnya.

Ia mengatakan bahwa BST atau BLT Kelurahan berbeda dengan bantuan yang disalurkan oleh Pemerintah Desa (Pemdes), sebagaimana diketahui berbagai Desa yang ada masih terus menyalurkan bantuan kepada warganya yang terdampak wabah COVID-19.

“Bansos dari Desa itu kan pakai Dana Desa, beda itu dengan BLT dari Kelurahan. Nah, bantuan yang disalurkan dari Kelurahan itu sudah selesai sampai di tahap tiga. Nggak ada lanjutan,” ungkapnya.

Martini pun cukup menyesalkan keadaan saat ini, peradangan wabah pandemi itu dinilai sangat menghambat laju perekonomian masyarakat. Di tengah kesesakan itu pula, bantuan yang diidam-idamkan pun tak lagi mampu disalurkan dengan keterbatasan anggaran.

“Jujur saja, memang sampai tahap tiga. Saya tak bisa berbuat diluar kemampuan dan diluar kesanggupan anggaran. Sampai saat ini BLT atau BST lewat Kelurahan mentok. Kalau nantinya ada perkembangan, pastilah segera kami informasikan. Untuk saat ini, bansos mentok di tahap tiga saja,” tandasnya.

Sebelumnya, Indra Gunawan, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Kadisdagperin) Kabupaten Bengkalis juga menegaskan bahwa program Pasar Murah yang menyalurkan paket sembako dengan harga Rp50 ribu juga bakal selesai di tahap tiga.

Indra menegaskan bahwa pihaknya belum mendapatkan instruksi terbaru terkait keberlangsungan program Pasar Murah pada tahapan selanjutnya.

“Wacana awal (Program Pasar Murah) hanya sampai tahap tiga saja, dan semuanya sudah disalurkan. Untuk bantuan tahap selanjutnya belum ada inatruksi dari pimpinan. Yang jelas sembako tahap tiga yakni beras 10 Kilogram (Kg), minyak goreng dan gula pasir yang masing-masingnya 2Kg sudah selesai disalurkan,” tegas Indra Gunawan beberapa saat lalu.

“Kalaupun ada permintaan kedepannya untuk tahap selanjutnya, ya kita tunggu saja. Kalau keadaan tak lagi genting dan tidak ada instruksi, kita tak bisa berbuat apa-apa. Intinya kita tunggu saja,” pungkasnya.