PINANGKAMPAI.COM, RIAU – Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan BPBD Riau, Jim Gafur mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mendapatkan satu unit armada bantuan berupa Pesawat jenis Casa tipe 212-200 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, Rabu (10/3).

Bantuan pesawat canggih itu dikerahkan ke Riau untuk melaksanakan tugas Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Sebagaimana dimaksudkan, TMC sangat diperlukan di wilayah Riau guna meningkatkan curah hujan.

Aksi itu ditenggarai munculnya ribuan titik panas (Hotspot) diduga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terpantau sejak Januari lalu hingga saat ini. Dari ribuan titik panas yang terdeteksi penciteraan satelit, ratusan diantaranya berupa titik api dan telah dipadamkan oleh satuan tugas (Satgas) penanganan Karhutla Riau.

Guna membantu penanganan Karhutla, Pesawat Casa inipun dikerahkan. Rencananya, pesawat super canggih ini bakal menerbakngkan sekitar 10 ton garam, untuk kemudian disemai di awan (teritori) Riau.

“Alhamdulillah, kita dapat armada bantuan berupa satu unit Pesawat Casa tipe 212-200 dari KLHK RI. Semalam (Selasa, red) tiba di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru pukul 15.00 WIB. Dan akan langsung dioperasikan hari ini dalam menyemai garam di awan,” kata Jim Gafur, Rabu siang.

“Untuk modifikasi cuaca ini, sekali pelaksanaan (operasi), pesawat akan menyemai sekitar  800 Kg garam. Sedangkan waktu penyemaiannya tergantung pada kondisi cuaca dan keberadaan awan,” jelasnya.

Jim menegaskan, penyemaian dilakukan untuk mempercepat pertumbuhan awan konvektif sebagai media turunnya hujan. Cara ini dianggap menjadi langkah strategis tahunan dalam rangkaian penanggulangan bencana Karhutla dan asap di Riau.

“Biasanya, setelah garam disemai di awan, curah hujan akan meningkat. Kalau hujan turun, tentu api di darat dan lahan gambut akan padam tersiram,” ucapnya.

“Mudah-mudahan dengan adanya TMC ini, Karhutla mau maupun titik api yang masih terdeteksi di Riau segera teratasi. Terutama pada daerah yang sulit dijangkau melalui darat,” tuturnya.

Di akhir penuturannya ia menyampaikan, bila seluruh stok garam semai habis ditabur di langit Riau, Pemerintah Pusat bakal kembali mengirimkan persediaannya sesuai kebutuhan TMC.

“Kalau garamnya habis, akan dikirim lagi. Tergantung kebutuhan TMC dan kondisi cuaca di Riau. Semoga segera membaik,” pungkasnya.