PINANGKAMPAI.COM, DURI– Dinamika politik jelang pencoblosan 9 Desember 2020 mendatang makin dinamis. Alih dukungan pun terjadi, alasannya lantaran figur seorang calon bupati makin terkemuka.

Ketika warga melihat calon bupati yang lebih simpatik dari calon bupati sebelumnya, mereka spontan alihkan dukungan. Kebanyakan dukungan yang teralih itu pun perlahan merapat dan kompak memenangkan pasangan calon (Paslon) nomor urut 03, Kasmarni-Bagus Santoso.

Seperti yang terjadi saat kampanye dialogis di Jalan Tegar, Kelurahan Pematang Pudu. Sejumlah tokoh masyarakat Batak di daerah itu kompak dan menyatakan alih dukungan karena tertarik figur Kasmarni yang dinilai lebih merakyat, nasionalisme, serta tidak membedakan suku dan agama.

“Kami dukung ibu Kasmarni. Kami siap menangkan KBS. Kasmarni Bupati, KBS menang, menang, menang, horas, horas, horas,” ujar B. Sihaloho, seorang tokoh masyarakat Batak di Tegar.

Ia tidak sendiri, bersama sejumlah tokoh Batak di daerah itu, dia siap memenangkan Kasmarni jadi Bupati. Ada tokoh Batak P Manurung, O Manik dan Sitorus yang hadir bersamanya menyatakan sikap didepan Kasmarni yang berkampanye dialogis hari itu.

“Ini yang namanya demokrasi. Kemaren kami sempat mengulosi salah seorang calon bupati. Tapi hari ini kami dukung Ibu Kasmarni. KBS kami sebut 3 kali. Horas pun kami sebut 3 kali. Itu tanda dukungan kami ke ibu Kasmarni,” ujar Haloho lagi.

Ia menegaskan, pilihannya beralih ke Kasmarni karena menilai Kasmarni lebih nasionalis dan tidak membedakan agama dan suku. Menilai sosok Kasmarni lebih santun, tak salah bila akhirnya alih dukungan terjadi dalam kontestasi politik di Negeri Junjungan ini.

“Ibu Kasmarni orangnya  lembut dan murah senyum. Kami yakin beliau bisa mengayomi masyarakat yang dipimpinnya,” ujar Haloho lagi.

Dikesempatan itu, Kasmarni S.Sos., MMP kembali memperkenalkan diri agar masyarakat mengenal sosoknya dan tak salah pilih dalam pencoblosan 9 Desember nanti.

“Tak kenal maka tak sayang. Tak sayang, maka tak cinta. Saya Kasmarni S. S. Sos MMP, putri melayu yang memberanikan diri maju sebagai calon Bupati. Mudah-mudahan Bapak/Ibu sekalian bisa membulatkan hati mendukung saya dan tak berubah haluan lagi ke lain hati,” harap Kasmarni.

Disampaikan Kasmarni, dia tak perlu mengaku-aku dari suku Jawa, Batak, Minang dan lainnya hanya karena ingin mendapatkan dukungan warga. Baginya cukup menyatakam jati diri sebenarnya karena semua suku merupakan keluarga dan sahabatnya.

“Tak perlu mengaku suku ini dan itu hanya untuk dapat dukungan. Cukup jadi diri sendiri saja. Bagi saya, semua suku adalah keluarga dan sahabat. Terkhusus untuk suku Batak, tak terhitung ulos yang ada lemari saya. Itu tanda cinta yang diberikan ketika saya menghadiri pesta dan acara keluarga, inshaallah dan doakan saya tetap seperti itu jika diberi amanah menjadi bupati nanti,” harap Kasmarni lagi.

Hadir mendampingi Kasmarni di acara kampanye itu, Koordinator pemenangan Kecamatan Mandau, Ustad Darmizal, 3 ustad kondang kota Duri, Salman Mirza, Syamsir Khan dan Abdul Kholid,  tokoh masyarakat, para pendukung dan warga.