PINANGKAMPAI.COM, DURI – Seorang pasien dari Rumah Sakit Permata Hati (RSPH) Kecamatan Mandau, Duri dikabarkan wafat, Rabu (16/9).

Wafatnya pasien berjenis kelamin laki-laki itu pun mendapat perhatian besar dan pemakamannya disebut dikawal oleh jajaran kepolisian dari sektor (Polsek) Mandau.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Mandau Kompol Arvin Hariyadi, SIK membenarkan proses pengawalan tersebut.

“Benar, ada permintaan pengawalan dalam pemakaman salah satu jenazah yang wafat di RS Permata Hati bang. Yang terjun dalam pengawalan ada Pak Wakapolsek, Kanit Intel dan ada Kanit Lantas juga. Coba konfirmasi lengkapnya ke mereka saja ya,” singkat Kompol Arvin kepada tim pinangkampai.com, Rabu (16/9) siang.

Dikonfirmasi terpisah, Wakapolsek Mandau AKP Ali Suhud turut membenarkan informasi itu.

AKP Ali pun mengatakan bahwa pengawalan dilakukan sepanjang mobilisasi jenazah dari RSPH menuju tempat pemakaman di Kilometer 12, jalan lintas Sumatera (Duri-Dumai).

Benar, ada pasien laki-laki yang wafat dan kita diminta untuk melakukan pengawalan. Almarhum dikebumikan di Km 12 Kulim,” kata AKP Ali Suhud menjelaskannya.

Pantauan, para petugas medis dari RSPH Duri tampak mengangkat jenazah ke dalam ambulan dengan mengenakan seragam lengkap nan tertutup rapat.

Tampaknya, pemakaman dilakukan sesuai dengan prosedur berkeamanan tingkat tinggi (protap COVID-19). Saat dikonfirmasi, petugas medis yang ada saat itu enggan memberi keterangan.

Namun berdasarkan hasil wawancara resmi bersama Kapolsek Mandau, disebutkan bahwa hasil swab pasien tersebut belum diterbitkan dari Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad di Pekanbaru, Riau.

“Untuk hasil pemeriksaan, sampel swab pasien itu masih diuji dan belum diterbitkan. Kita hanya diminta oleh pihak rumah sakit untuk melakukan pengawalan dari RSPH, di perjalanan sampai dengan selesainya pemakaman,” jelas Kompol Arvin.

“Terkait hasil uji swab, kita belum tahu ya. Hanya diminta melakukan pengawalan saja. Yang jelas seluruh petugas yang memakamkan memang berseragam tertutup. Kami dari kepolisian sebatas mengawal saja,” pungkasnya.