PINANGKAMPAI.COM, DENPASAR – Sekitar 150 orang anggota keluarga Kapal Selam (KRI) Nanggala-402 dan seluruh rekan sejawatnya tampak mengukir pilunya duka di utara laut Bali, Jumat (30/4).

Tangis dan rintihan menyentak, bersama dengan taburan bunga yang disemai ke perairan sekitar tenggelamnya alat utama sistem pertahanan (Alutsista), Naggala-402 milik TNI Angkatan Laut.

Seluruh keluarga berkumpul di atas KRI Dr. Soeharso, beberala prajurit lainnya tampak pilu di beberapa kapal lain. Kapal-kapal tersebut kemudian berhenti di atas titik koordinat KRI Nanggala-402 tenggelam.

Dengan penuh rasa haru, anggota keluarga kemudian menaburkan bunga seraya mengucapkan salam perpisahan kepada para ABK yang akhirnya berpatroli abadi atau dikenal dengan istilah ‘On Eternal Patrol’.

Upacara tabur bunga kala itu dipimpin langsung oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Yudo Margono. Ia tak bisa menutupi rasa duka karena kehilangan 53 anak buah kapal (ABK) dalam tragedi tenggelamnya KRI Nanggala-402.

“Peristiwa ini menjadi catatan kelam bagi TNI Angkatan Laut, khususnya keluarga besar korps Hiu Kencana. Sebagai rekan seperjuangan yang menegakan kedaulatan bagi negara di laut, kami turut memahami bahwa kehilangan 53 prajurit bangsa telah menorehkan duka yang mendalam, baik bagi keluarga prajurit maupun bagi TNI AL,” ungkap Yudo ketika memberikan kata sambutan dalam upacara itu.

Ia menambahkan, perjuangan yang sudah dilakukan oleh 53 ABK KRI Nanggala tidak akan lekang oleh waktu.⁣ Sejumlah anggota keluarga terekam kamera tak bisa menahan rasa tangisnya. Bahkan, ada seorang anak perempuan yang tak berhenti menangis dan menanyakan keberadaan ayahnya.⁣

“Ayah dimana bu? Adek rindu,” ungkapnya sesegukan.

Mengakhiri upacara itu, KSAL Yudo tampak melontarkan karangan bunga yangvdiikuti oleh seluruh keluarga yang ditinggal dalam patroli abadi di utara laut Bali.

“Selamat berpatroli 53 putra terbaik bangsa untuk menjaga laut NKRI selamanya. Doa kami selalu menyertaimu,” seru KSAL yang tampak menitikkan air mata.