PINANGKAMPAI.COM, DURI – Menggandeng Badan Kerja Sama Gereja se-Duri (BKSGD), Unit Pelaksana Tugas (UPT) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kecamatan Mandau secara resmi mensosialisasikan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 96 tahun 2018, Rabu (10/3) lalu.

Dra. Hj. Irdawati, Kepala UPT Dukcapil Mandau tampak duduk bersama para delegasi BKSGD yang merupakan puluhan Pendeta dari berbagai Gereja yang ada di Duri.

Kala itu, ia mensosialisasikan Perpres tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil. Peraturan satu ini secara spesifik memuat beleid terkait penerbitan Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP), sampai dengan Kartu Identitas Anak (KIA).

“Secara umum, masih banyak penduduk kita yang kurang mengerti tata cara pendaftaran dokumen sipilnya. Oleh karena itu, kita gandeng BKSGD dan seluruh Pendeta yang ada di Duri untuk bisa meneruskan pesan baik yang termaktub dalam Perpres nomor 96/2018 ini,” kata Irda, Senin (29/3).

Secara spesifik ia menjelaskan, setiap warga atau jemaat dari suatu gereja, terkhusus bagi mereka yang hendak melangsungkan perkawinan agar segera (dapat) dilaporkan dan didaftarkan berkas kependudukannya.

Pendaftaran berkas sebagai mana dimaksud, dapat dilakukan dua minggu atau maksimal seminggu sebelum dilakukannya acara sakral pemberkatan nikah di gereja yang bersangkutan, tempat mempelai disahkan.

“Jadi, saat mempelai diberkati di gereja, nantinya mereka tidak hanya mendapat dokumen perkawinan dari gereja saja. Tapi juga dapat akta kawin dari Negara yang diterbitkan oleh UPT Dukcapil Mandau,” kata dia.

Dengan demikian, lanjutnya, setiap mempelai tak perlu repot lagi melakukan pengurusan dokumen perkawinannya ke UPT Dukcapil pasca dilakukannya pemberkatan. Namun perekapan data dapat dilakukan seminggu sebelum hari H pemberkatan dan akta perkawinan dari Negara bakal diserahkan kala pengantin usai diberkati.

“Jadi tak perlu repot. Saat nanti selesai diberkati dari gereja, dokumen (akta kawin) sudah selesai dan langsung diserahkan. Jadi perkawinan mempelai pun langsung terdaftar di kita,” sebutnya.

Selain akta perkawinan, pihaknya juga bakal menerbitkan identitas (e-KTP) dengan status ‘Kawin’ kepada mempelai untuk mengganti identitas sebelumnya. Selain itu, sejumlah berkas lainnya juga bakal diterbitkan, termasuk perubahan data pada Kartu Keluarga (KK) dari masing-masing mempelai.

“Ini jelas memudahkan masyarakat, jadi tak perlu repot lagi mengurus ini dan itu setelah selesai diberkati. Jelas lebih simpel kan,” imbuhnya.

Acara kala itu digelar di salah satu gereja yang ada di bilangan jalan Gajah Mada, Kelurahan Talang Mandi, Kecamatan Mandau, Sebanga – Duri. Didampingi jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis dan Departemen Keagamaan (Depag) Bengkalis – Kementerian Agama RI pelaksanaan giat itu berjalan lancar dan berlandaskan protokol kesehatan.

Menyambut baik kinerja tersebut, seluruh Pendeta yang tergabung dalam BKSGD turut mendukung dan mengapreaiasi terobosan itu. “Semua Pendeta yang hadir sangat mendukung, yang jelas, cara ini lebih memudahkan kedepannya,” pungkasnya.