PINANGKAMPAI.COM, KAMPAR – Pesawat tempur jenis Hawk 200 milik TNI Angkatan Udara (AU) dari Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin, Pekanbaru jatuh pagi tadi sekitar pukul 08.00 WIB.

Pesawat nahas itu diterbangkan oleh Lettu (Pnb) Apriyanto Ismail, tak lama setelah mengudara dari Lanud Pekanbaru, pesawat tersebut malah jatuh.

Lokasi jatuhnya pesawat berpusat di tengah Perumahan padat penduduk di Sialang Indah, Desa Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar. Disebut, pilotnya selamat.

Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Letkol Zukri membenarkannya. Ia mengatakan bahwa pilot selamat setelah menggunakan fasilitas darurat kursi pelontar dari dalam pesawat tersebut.

“Pilot selamat, sekarang sudah dirawat di rumah sakit,” kata Letkol Zukri siang tadi.

Dalam peristiwa tragis itu, satu unit rumah warga rusak berat akibat hantaman pesawat yang jatuh dari udara. Tak hanya itu, atap rumah warga lainnya juga bolong disambar kursi lontar yang digunakan pilot untuk menyelamatkan diri.

“Ada atap rumah yang bolong terkena kursi pelontas,” imbuhnya.

Belum diketahui penyebab jatuhnya pesawat tersebut, hingga kini jajaran TNI AU masih menelusuri titik terang terkait tragedi naas itu. Diketahui, pesawat tersebut merupakan armada buatan British Aerospace (BAE), Inggris.

Pesawat ini mulai bergabung dengan TNI AU sejak 1996. Spesifikasinya, pesawat ini bermesin Turbo Fan, 871 Adour twin-spool. Mesin turbofan rendah ini merupakan produk dari Rolls-Royce.

Pesawat itu didesain untuk melaksanakan misi ‘air to ground attack’ atau penyerangan ke darat. Pesawat ini mampu melesat 1,2 kali kecepatan suara, atau setara dengan 1.470 km/jam dengan membawa berbagai persenjataan.