PINANGKAMPAI.COM, DURI – Jajaran Kecamatan Mandau, Pinggir dan Bathin Solapan kompak menolak pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) yang dianjurkan Ahli Epidemiologi Riau dr. Wildan beberapa saat lalu.

Sebagai gantinya, ketiga Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) itu kompak menyuarakan pemaksimalan Operasi Yustisi.

“Semalam sudah kita sampaikan ke Pejabat (Pj) Bupati Bengkalis, bahwa PSBM sangat berat dan banyak hal yang perlu dipertimbangkan bila ingin diterapkan. Oleh karena itu, kita lebih fokus untuk memaksimalkan operasi yustisi untuk beberapa waktu kedepan,” kata Camat Mandau, Riki Riharid yang turut diamini Camat Bathin Solapan, Wahyuddin dan Camat Pinggir Azuar, Rabu (18/11) siang.

Dalam pertemuan lanjutan di ruang rapat, lantai II, Kantor Kecamatan Mandau ini, seluruh personel kompak membahas pemaksimalan operasi itu. Pihaknya pun bersinergi dengan TNI-Polri, BPBD, Dishub, Satpol-PP dan Dinas Kesehatan.

“Kedepan tak ada lagi yang pecah-pecah. Pemerintah, TNI-Polri dan instansi terkait harus kompak bergerak. Pendisiplinan protokol kesehatan di tengah masyarakat harus lebih intens, tak ada pilih-pilih. Semua kerja sama demi menekan angka penularan COVID-19,” kata Kapolsek Mandau, Kompol. Arvin Hariyadi, SIK dalam pertemuan itu.

Selain itu, lanjutnya, setiap tempat keramaian, rumah makan, tempat hiburan, perkantoran, bahkan seluruh lokasi yang menjadi pusat kerumunan masyarakat diharap mampu lebih dipantau.

Bila adanya masyarakat yang kedapatan tak memakai masker, Kapolsek Mandau ini meminta agar personel di lapangan dapat segera memberi tindakan atau sanksi tegas nan menjerakan.

“Segera diberi sanksi, jangan tunda-tunda. Segera tindak,” ucapnya.

Danramil Mandau ikut bersuara, ia meminta seluruh hotel, tempat hiburan maupun warung remang-remang, pemukiman liar dan seluruh kios karaoke liar di sepanjang jalan lintas Sumatera, lintas Duri-Dumai untuk segera ditertibkan.

Penertiban diminta atas seluruh tempat yang berpotensi menjadi tempat maksiat dan pusat kerumunan yang kental dengan berbagai pelanggaran protokol kesehatan.

“Masih ada lokalisasi di sana, apalagi warung remang-remang. Itu dulu lah kita tertibkan, karena di sana banyak juga yang melanggar protokol. Harus tegas kita ini,” tegas Kapt. Arh. H. Sitorus.

Mendengar ungkapan itu, Wahyuddin pun menyebut bakal segera menindak lanjuti hal itu.

Pembahasan jadwal patroli tim Satgas COVID-19 di tiga Kecamatan itu pun langsung dibahas. Setiap personel nantinya bakal dibagi jadwal tugas sejak pagi hari dimulai dari pukul 07.00 sampai dengan pukul 12.00 WIB.

“Sore mulai pukul 16.00 sampai dengan 18.00 WIB dan jadwal malam mulai pukul 20.00 sampai dengan pukul 22.00 WIB,” beber Riki menambahkan.

Pendisiplinan protokol kesehatan di tengah masyarakat pun bakal dimaksimalkan dengan giat patroli ke berbagai pusat kerumunan. Adapun tujuan tugas setiap petugas nantinya berfokus pada penyuluhan.

“Kita cukup mengimbau dan menegaskan saja. Jangan sampai pelanggaran terhadap protokol kesehatan semakin berlarut, bila penerapan sanksi diperlukan, silahkan. Terapksan saja sanksi yang mengedukasi dan menjerakan,” pungkasnya.