PINANGKAMPAI.COM, BENGKALIS – Sejak beberapa waktu terakhir, wilayah Kabupaten Bengkalis tampak sangat kering akibat minimnya curah hujan dan kelembaban tanah maupun udara.

Keadaan itu turut menyumbang besarnya potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Negeri Junjungan.

Namun pagi ini, kondisi tersebut berubah total. Pasalnya, hujan buatan sebagai hasil Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau rekayasa cuaca dilaporkan sukses mengguyur di berbagai belahan Kabupaten itu, Minggu (21/3).

Mulai dari Kecamatan Mandau, Pinggir dan Bathin Solapan sejak subuh tadi telah diguyur hujan dengan intensitas sedang sampai lebat. Alhasil, udara kembali sejuk. Lapisan tanah gambut yang ada di tiga lokasi itu tampak basah.

Selain itu, hamparan lahan bersemak dengan vegetasi mudah terbakar pun basah merata. Keadaan itu pun disambut baik jajaran Kepolisian Resor (Polres) Bengkalis, melalui Polsek Mandau.

“Alhamdulillah, hujan turun lebat dan rata. Semoga jadi awal yang baik dan mampu mencegah kebakaran hutan dan lahan di wilayah kita,” kata Kapolsek Mandau, kompol. Arvin Hariyadi, SIK, Minggu pagi.

Ia menyebut, berbagai bidang lahan dan hutan yang tadinya gersang dan rawan api kini lembab menghijau. Potensi Karhutla pun disebutnya berkurang, lantaran telah meratanya guyuran hujan.

Terpisah, Komandan Regu (Danru) UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Mandau, Jefrianto turut mengamini hal itu. Ia menuturkan, guyuran hujan hasil rekayasa cuaca oleh tim TMC sukses membasahi sekitar cakupan wilayah tugasnya.

Hujan yang mengguyur, kata dia, sangat membantu mitigasi atau pencegahan bencana Karhutla di Kecamatan Pinggir, Mandau dan Bathin Solapan, sebagai wilayah yang kerap menyumbang titik api di regional Kabupaten Bengkalis

“Alhamdulillah bang, hujannya merata. Ini sangat membantu kita, potensi api jadi berkurang dan wilayah rawan api bisa lembab kembali. Kita sangat syukuri keadaan ini,” ucap Jefri.

Meski demikian, kata dia, titik panas di Kabupaten Bengkalis bisa saja melonjak kembali bila curah hujan yang direkayasa maupun Non-TMC tak kunjung mengguyur kembali dalam waktu dekat.

“Kalau besok-besok hujan tak turun lagi, bisa saja titik api kembali meningkat. Untuk itu, marilah kita sama-sama berdoa dan berharap agar kondisi kembali normal dan hujan bisa turun lebih sering secara alami. Dengan demikian, lokasi rawan api bisa lebih ditekan ancaman Karhutlanya. Semoga kedepan lebih baik,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, TMC sendiri adalah langkah strategis pemerintah yang ditempuh untuk mendatangkan hujan buatan.

Aksi itu diwujudkan dengan menyemai atau menaburkan garam di awan guna membentuk awan konveksi sebagai media turunnya hujan.

Untuk Riau, termasuk Bengkalis, jumlah garam yang telah disiapkan oleh Pemerintah Pusat mencapai 10 Ton lebih. Garam yang ada secara bertahap disemai dengan menggunakan pesawat TMC, untuk kemudian diharap mampu menambah kesuburan titik air di awan.