PINANGKAMPAI.COM, RIAU – Kecelakaan lalu lintas (Laka lantas) di ruas Tol Pekanbaru-Dumai (Permai) kembali terjadi, Minggu (20/12).

Kali ini, laka tragis dilaporkan terjadi sekira pukul 18.00 WIB petang tadi.

Dikabarkan, satu unit minibus merek Honda HR-V warna silver bermuatan beberapa orang di dalamnya menyeruduk satu unit kendaraan berat jenis truk Container.

Laka itu terjadi di Kilometer 20, tepatnya pada rute Pekanbaru menuju ke arah Dumai. Beberapa pelintas yang ada dan menyaksikan tragedi nahas itu sontak mengungkap detik-detik kejadian.

Salah satunya Ikke, ia menjelaskan kala itu mengaku mendengar bunyi hantaman keras dari arah depan deretan kendaraannya.

“Bunyinya keras sekali. Bruukk, dan tiba-tiba lalu lintas seperti tersentak. Saat diperhatikan, ternyata ada mobil yang menabrak truk,” kata Ikke menceritakan.

Perempuan 27 tahun itu menyebutkan, minibus menabrak truk tepat di bagian belakang. Alhasil, minibus tampak ringsek parah mulai dari bagian bumper depan hingga ke bagian kabin depan.

Kalengan bodi minibus rusak parah, kaca depan remuk dan kedua unit kendaraan yang terlibat laka tragis itu langsung terhenti seketika lajunya.

“Sepengetahuan saya begitu, tabrak dari belakang,” ujarnya.

Awalnya, Ikke tak tahu kondisi para penumpang dan sopir di dalam kendaraan pribadi itu. Tak lama petugas dari PT HK dan Ditlantas Polda Riau langsung tiba di lokasi guna melakukan evakuasi dan memberi pertolongan pertama.

Nahasnya, saat evakuasi, ditemukan seorang penumpang wanita dan seorang anak wafat di dalam kabin yang tampak ringsek parah. Sementara, seorang pria (diduga sopir) disebut mengalami luka, cidera dan traumatik cukup parah.

Selain itu, seorang perempuan lanjut usia (Lansia) yang juga ada di dalam kendaraan nahas itu disebut mengalami patah tulang kaki dan disebut kritis.

“Awalnya saya nggak tahu (keadaan) para penumpang, kan belum dievakuasi. Nah, setelahnya baru saya tahu. Ada seorang ibu dan anak yang meninggal, seorang laki-laki pingsan karena luka-luka dan ada ibu-ibu renta yang juga luka. Sepertinya kaki ibu itu patah,” paparnya.

Dengan cekatan seluruh petugas kala itu langsung memberi pertolongan pertama, evakuasi dilakukan dengan sangat teliti. Dari informasi yang diterima tim pinangkampai.com, para penumpang dan sopir minibus itu merupakan satu keluarga asal Balaipungut.

“Mereka (para korban di minibus) itu masih saudara saya, orang Balaipungut bang,” kata Rio, warga lainnya.

“Sangat disayangkan, kepergian beliau-beliau itu sangat mengoyak hati. Astaghfirullah, masih saja ada korban jiwa di jalan tol ini. Merinding saya, ngeri sekali,” sesalnya.