PINANGKAMPAI.COM, BENGKALIS – Broadcats atau sebaran pesan berantai berisi informasi terkait ‘Tilang CCTv‘ atau E-Tilang beberapa waktu terakhir beredar luas di Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Tak cukup lewat aplikasi sosial media Facebook, sebaran pesan itu telah berulang kali diteruskan hingga menembus linimasa Instagram, Telegram, Twitter bahkan WhatsApp.

Dalam info yang telah tersebar luas ini, disebutkan bahwa wilayah Kota Minyak itu resmi menerapkan Tilang dengan menggunakan Smart-CCTv yang telah ditempatkan di beberapa titik.

Mulai dari areal jalan Sudirman, traffic light Desa Harapan, areal depan Kantor Camat Mandau, traffic light Pokok Jengkol junction, simpang Garoga, sepanjang jalan Hangtuah, traffic light jalan Mawar junction dan di beberapa titik lokasi lainnya disebut telah dilengkapi kecanggihan Electronic Traffic Low Enforcement atau ETLE (E-Tilang).

Tak hanya itu, pada sebaran pesan itu, juga tertulis bahwa setiap pelanggaran bakal terekam jelas. Mulai dari tak memakai helm, safety belt, melawan arah, bahkan penggunaan knalpot racing nan bising pun bakal ditindak tegas lewat kehadiran ETLE di Duri.

Jelas saja, kabar yang terus disebar luaskan tersebut terkesan belum memiliki bukti yang cukup kuat dan terkesan meresahkan. Menjawab hal itu, Kapolres Bengkalis AKBP. Hendra Gunawan, SIK., MT melalui Kasat Lantas AKP. Khairul Hidayat, SIK menampik kabar itu.

Secara tegas, ia mengatakan bahwa sebaran pesan tersebut adalah kabar palsu alias ‘Hoax‘. “Kabar itu tidak benar brother, Hoax!,” tegas AKP. Khairul Hidayat kepada tim PinangKampai.com, beberapa waktu lalu.

Ia menjelaslan, sampai saat ini wilayah hukum Polres di Kabupaten Bengkalis masih dalam tahap sosialisasi penerapan ETLE.

Dalam sosialisasi yang digencarkan, seluruh elemen masyarakat bakal diedukasi terlebih dahulu sebelum diberlakukannya Tilang Elektronik ini.

“Kita masih tahap sosialisasi, belum diberlakukan,” tegasnya.

Meski demikian, ia tak menampik bahwa seluruh Kecamatan yang ada di Bengkalis bakal segera menerima kehadiran Smart-CCTv sebagai salah satu cara mendisiplinkan masyarakat dan pengguna jalan guna menekan pelanggaran dan angka kecelakaan lalu lintas.

“Intinya kita masih tahap sosialisasi,” imbuhnya.

Dengan ketegasan tersebut, ia meminta seluruh masyarakat yang terbilang aktif dalam menyebar-luaskan suatu informasi agar tak melanjutkan sebaran kabar hoax tersebut.

Seraya itu, ia pun meminta seluruh masyarakat dan pengguna jalan untuk tetap disiplin dalam mematuhi peraturan dalam berlalu lintas guna menekan pelanggaran dan kecelakaan yang merugikan bahkan berujung maut.

“Stop pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, tertib lah berkendara,” pungkasnya.