PINANGKAMPAI.COM, DURI – Camat Mandau, Riki Rihardi, S.STP., M.Si dengan kompak mengajak seluruh masyarakat di wilayah tugasnya untuk ikut serta dalam menjaga kelestarian lingkungan. Giat positif itu disuluhkan sempena peringatan World Clean-up Day (WCD) atau hari ‘Bersih-bersih Sampah Sedunia’ 2020, Sabtu (19/9).

Selain mengajak dan membakar semangat masyarakat, Riki juga terlibat dalam giat gotong royong massal di Kelurahan Pematang Pudu yang melibatkan sekitar 300 warga dari RW002, RW015 dan RW016.

“Kebersamaan kita wajib diwujudkan dalam menjaga keasrian lingkungan, mari berhemat sampah, setidaknya itu yang bisa kita lakukan guna menjaga lingkungan tetap bersih dan hijau,” kata Riki dihadapan ratusan warga kala itu.

Ya, hemat sampah. Tajaan program itu digagas Riki untuk memastikan tumpukan sampah tidak terjadi. Selain itu, hemat sampah juga bisa mencegah penumpukan gas methane yang bisa merusak lingkungan, menyebabkan ledakan, bahkan merusak ekosistem tanah, air bahkan tercemarnya kesegaran udara atas bau busuk yang dihasilkan lantaran menumpuknya sampah.

Riki menyebut menghemat sampah diartikan sebagai penggunaan berbagai benda atau perabot yang dapat didaur ulang, hindarkan penggunaan kantong plastik secara berlebihan, pilah sampah yang akan dibuang dan pastikan sampah yang akan dibuang mampu terurai dengan cepat tanpa menyebabkan kerusakan lingkungan.

“Contoh, pakai tas kain. Bisa dipakai berulang-ulang, bisa dicuci dan tahan lama. Dengan menggunakan tas kain, tentu penggunaan kantong plastik bisa kita kurangi. Itu salah satunya,” jelasnya.

Riki memaparkan bahwa World Clean-up Day (WCD) adalah aksi bersih-bersih yang dilaksanakan dalam satu hari secara serentak di seluruh dunia dengan tujuan menyatukan umat manusia dari berbagai budaya, agama, suku dan ras untuk membersihkan dunia dari permasalahan sampah dan meningkatkan kepedulian terhadap permasalahan sampah. 

WCD pertama kali diadakan 15 September 2018 lalu yang dilakukan serentak di 157 negara, menyatukan 18 juta orang dari seluruh dunia dan mengumpulkan 88.500 ton sampah.

Pada tanggal 21 September 2019 WCD kedua berhasil dilakukan serentak di 180 negara, menyatukan 21,2 juta orang dan mengumpulkan 100.000 ton sampah. Indonesia turut menorehkan sejarah sebagai pemimpin Clean-up terbesar di dunia pada dua tahun berturut-turut.

Kegiatan WCD tahun 2020 ini bertajuk ‘Pilah Sampah Dari Rumah’, adapun tema kegiatan ini ‘Bersatu untuk Indonesia Bersih’ yang relevan dengan kondisi wabah COVID-19 saat ini yang juga sedang dihadapi seluruh dunia.

“Giat WCD ini sangat positif dan dampaknya bisa langsung kita rasakan, tentu ini perlu dan layak diapresiasi,” jelasnya.

Sang Camat berharap agar WCD bisa menjadi ajang tahunan di wilayah Mandau, selain itu ia pun berharap warganya bisa lebih peduli dengan kelestarian lingkungan.

Selain ajang tahunan, lanjutnya, Riki pun berharap agar seluruh masyarakat bisa mengimplementasikan WCD dalam keseharian. Meski termasuk ajang tahunan, namun makna sebenarnya dianggap Riki sebagai cara untuk menumbuhkan kesadaran guna menjaga hijaunya ekosistem.

“Kita berharap kegiatan gotong royong ini tidak dijadikan peringatan tahunan saja, tapi harus kita laksakan dan dijadikan kebiasaan sehari-hari agar tempat tinggal kita menjadi bersih dari sampah dan nyaman untuk kita tinggali” tuturnya.

“Usahakan pilah sebelum membuang, sisihkan dan simpan sampah yang bisa didaur ulang. Sampah yang bisa dijual atau dikreasikan menjadi berbagai barang kerajinan bisa diolah segera. Jadi selain lingkungan bersih, sampah juga bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah. Jadi, mari berhemat, pilah dan usahakan mendaur ulang sampah. Mari bersama jaga kelestarian lingkungan di Mandau, Kabupaten Bengkalis,” pungkasnya.