PINANGKAMPAI.COM, DURI – Keriting, bergelombang, berbukit, bahkan berlubang. Begitulah perawakan jalan lintas Sumatera yang membentang di jalan Hangtuah, Kecamatan Mandau, Duri, Kabupaten Bengkalis, Jumat (31/7).

Kondisi jalan nasional yang menghubungkan akses antar Provinsi se-Sumatera itu tampak mengkhawatirkan. Kerusakan badan jalan terpantau mulai dari depan kantor Grapari Telkomsel, sampai pada ruas jalan di simpang traffic light Pokok Jengkol, Duri.

Keadaan jalan penuh kerusakan itu terpantau sejak beberapa bulan terakhir. Berawal dari gelombang kecil, hingga akhirnya berwujud bak paritan di tengah jalan. Tak jauh dari kantor Grapari Telkomsel, terdapat gundukan terjal di tengah ruas jalan. Keadaan ini kerap membuat pengendara terjungkal, bahkan laka berujung hilangnya nyawa pun telah terjadi akibat kerusakan jalan itu.

Sepintas terlihat sepele, namun bila tak cekatan, para pengendara terkhusus pengendara roda dua (sepeda motor) bisa saja terjungkal, mengalami kecelakaan berat, bahkan berujung maut.

Meski demikian, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Riau, maupun Kementerian PUPR seakan tutup mata terkait ketidakamanan kondisi jalan. Kerusakan yang paling nyata kini tampak di persimpangan Pokok Jengkol, Duri.

Seperti yang terjadi siang ini, sebuah kecelakaan berlangsung di persimpangan tersebut tepat di badan jalan yang penuh gelombang itu. Di lokasi, tampak gelombang memanjang membentuk jejak roda kendaraan berat dengan kedalaman bervariasi, mulai dari 5 Centimeter (Cm) sampai dengan 10 Cm lebih.

“Baru saja ada kecelakaan (di Pokok Jengkol), seorang pesepeda motor jatuh karena roda depan selip lantaran tak mampu mendaki gelombang memanjang itu. Orang nya luka-luka, motornya rusak,” kata Abner, warga sekitar.

Ia mengatakan jatuhnya pengendara karena tak mampu mengendalikan sepeda motor yang melaju diantara gelombang-gelombang itu.

“Begitulah kondisinya, memang jatuh karena tak seimbang saat melewati gelombang itu. Kan kalau jalannya begitu, pasti bahaya. Gelombang itu harusnya di laut, kok jalan pun ikut bergelombang,” ungkapnya.

Dikonfirmasi terkait gelombang di sepanjang jalan Hangtuah, Duri, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bengkalis, Ardiansyah mengatakan bahwa perbaikan maupun peremajaan jalan tersebut merupakan kewenangan PUPR Provinsi dan Kementerian PUPR.

“Status jalan itu aset negara. Jadi kewenangan perbaikannya jadi tanggung jawab pusat atau minimal Provinsi lah. Kita hanya bisa memperbaiki aset (jalan) di daerah saja. Perihal jalan lintas, itu kewenangan PUPR Pusat,” kata Ardiansyah, Jumat siang.

Ia mengatakan pihaknya hanya bisa melayangkan surat kepada jajaran PUPR Provinsi maupun KemenPUPR agar kerusakan di jalan itu dapat segera diperbaiki.

“Terima kasih atas informasinya. Kita hanya bisa menyurati PUPR Provinsi atau Pusat agar hal itu dapat segera ditindak lanjuti. Segera akan kami surati,” ungkapnya meyakinkan.

Ditilik dari potensi bahayanya, Kapolsek Mandau Kompol Arvin Hariyadi, SIK turut membenarkan bahwa jalan di persimpangan Pokok Jengkol dan beberapa titik di jalan tersebut cukup berbahaya bagi pesepeda motor.

“Oleh karenanya kami harap pihak terkait dalam hal ini adalah PUPR Provinsi dapat segera melakukan perbaikan di ruas-ruas jalan yang tidak aman bagi pengendara. Bagi masyarakat yang melintas, kami ingatkan untuk lebih berhati-hati saat melalui jalan yang bergelombang, berlubang, bahkan bergunduk-gundukan. Hindari jalan yang membahayakan, mari bersama tekan angka kecelakaan di jalan raya,” pungkasnya.