PINANGKAMPAI.COM, DURI – Jalan lintas Sumatera (Jalinsum) yang menghubungkan akses darat antar Provinsi di Pulau terpanjang di Indonesia itu juga membentang di Kecamatan Mandau, Duri, Kabupaten Bengkalis.

Jalan yang terkenal dengan sebutan jalan sang Bukit Barisan itu ternyata cukup banyak memberi dampak baik bagi masyarakat, selain jadi sarana transportasi yang lapang, keberadaannya juga turut menumbuhkan pola atau alur nan ekonomis bagi warga yang kreatif di sekitarnya.

Namun siapa sangka ruas jalan itu hanya dipakai untuk melintas? Di Duri, sepanjang pinggiran jalan itu bahkan dialihfungsikan menjadi spot atau lokasi favorit pembuangan sampah rumah tangga milik warga sekitar.

Tak heran, di pagi hari cukup banyak titik penumpukan sampah di sepanjang pinggiran jalan yang seharusnya bersih karena menjadi cerminan bagi para pelintas dari wilayah tetangga di luar provinsi.

Meski tempat pembuangan sampah sementara (TPSS) sudah dipusatkan tak jauh dari seberang HKBP Judika Ressort Simpang Padang Duri, namun masih cukup banyak warga yang usil dan menaruh sampahnya di luar tempat yang telah disediakan.

Akibatnya, saat anda melintas di pagi hari, beberapa titik pinggiran jalan lintas itu bakal terlihat hal demikian. Tumpukan sampah di pinggiran jalan lintas, begitulah suasana yang terpantau.

Meski sampah kerap ditemui di luar TPSS, pemerintah melalui dinas terkait tampak cuek. Sikap tak acuh itu pun berimbas dan memunculkan pola pikir masyarakat yang juga tak peduli dan akhirnya tetap membuang sampah di sembarang tempat, tanpa memikirkan nilai estetik wilayah yang tercoreng.

“Petugas kebersihan kan tetap melakukan pengambilan sampah setiap pagi, selain itu bagi siapa saja yang ketahuan membuang sampah, bakal diproses oleh Satpol PP,” jawab seorang petugas dari UPT Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (PS-DLH) Kecamatan Mandau, yang dikonfirmasi beberapa saat lalu.

Benar, petugas tetap melakukan pembersihan setiap pagi dalam rentang waktu mulai pukul 07.30 sampai dengan pukul 10.00 WIB. Namun tindakan tegas oknum Satpol PP tak pernah terpantau sama sekali dalam menindak warga usil yang membuang sampah di luar TPSS yang telah disediakan.

Sama seperti pagi ini, penumpukan sampah di luar TPSS mmasih tampak dan belum diangkut oleh petugas. Tumpukan sampah yang ada di beberapa titik tepat di samping lahan milik PT Chevron Pasific Indonesia bahkan kian menumpuk, warga sekitar seolah terdoktrin bahwa lokasi itu memang dialihfungsikan menjadi titik pembuangan yang sah.

Faktanya, tempat menumpuknya sampah adalah trotoar bagi pejalan kaki. Akankah hal itu bakal tetap berlangsung tanpa adanya tindakan tegas seperti yang disebutkan petugas tersebut?