PINANGKAMPAI.COM, DURI – Akhir-akhir ini, jumlah kecelakaan di jalan lintas Sumatera (Jalinsum) yang membentang mulai dari Kecamatan Pinggir, Mandau dan Bathin Solapan kian meningkat.

Mulai dari kecelakaan ringan, sedang hingga berat dan berujung korban jiwa acap kali mewarnai kengerian di aspal hitam itu. Beberapa warga sekitar bahkan beranggapan, lintas Sumatera yang membentang di Kabupaten Bengkalis dalam beberapa Kecamatan yang dilaluinya kian rawan dan angker.

“Semakin banyak kejadian, jalan lintas semakin panas,” sebut seorang pengguna sosial media Facebook beberapa saat lalu.

Menanggapi hal itu, Kasatlantas Polres Bengkalis AKP Hairul Hidayat melalui Kanit Laka Ipda Yopi Ferdian, SH., M.Si angkat bicara. Ipda Yopi menegaskan, kecelakaan di jalan raya tak bisa sembarang dikaitkan dengan hal mistis atau kalimat retorik lainnya.

Ia menyebut, keselamatan dalam berlalu-lintas dapat tetap terjaga bila para pelintas selalu siaga dan sehat saat menancap pedal gas kendaraannya. Mulai dari human error, kerusakan mesin, faktor cuaca dan kelayakan kendaraan dinilai menjadi alasan meningkatnya kasus laka di Jalinsum, khususnya wilayah Kulim, Kecamatan Bathin Solapan.

“Jalinsum ini kan memang terbentang di wilayah padat penduduk, jelas sangat rawan kecelakaan bila warga di dalamnya maupun pengendara tidak waspada,” kata Yopi, saat dikonfirmasi tim pinangkampai.com, Sabtu (20/6) siang.

Ia pun mengamini faktor penyebab kecelakaan tersebut, atas dasar itulah ia pun mengingatkan agar setiap pengendara terlebih dahulu meyakinkan diri dalam keadaan prima sebelum melajukan kendaraannya.

“Kalau kecelakaan, kan ada faktor atau penyebabnya. Tentu pengendara harus paham situasi berlalu-lintas,” imbuhnya.

Mulai dari wajib taat rambu dan aturan dalam berkendara, peka terhadap lingkungan yang dilalui dan faktor cuaca, wajib memeriksakan kelayakan mesin kendaraan dan keadaan rem, serta ban kendaraan.

Hal yang terpenting, Yopi menyarankan setiap pengendara wajib melaju dalam kecepatan aman sesuai dengan keramaian pekintas, maupun kepadatan penduduk di sekitar jalan yang dilalui.

“Apalagi bagi para sopir truk atau tanki, maupun bus antar kota antar provinsi (AKAP). (Sopir) haru lebih siaga, kalau tak memungkinkan memotong kendaraan lain ya jangan. Kan itu risikonya besar. Jadi jangan menyalip jika kondisinya tidak aman,” sarannya.

Iapun menyarankan agar para sopir untuk melakukan peregangan dan microsleep atau istirahat sejenak, bilamana lelah atau kantuk mendera dalam perjalanannya. Selain istirahat, para oelintas juga dianjurkan untuk mencuci wajah untuk membantu menyegarkan kembali kondisi tubuh.

“Microsleep, cuci muka dan yang paling penting, konsumsi lah makanan bergizi dan multivitamin agar badan tetap prima,” sarannya menganjurkan.

“Nah, kalau hujan, pakai lampu hazard. Kurangi speed karena kecepatan bisa mengakibatkan hydroplanning atau ban kendaraan tak mampu mencengkram aspal. Risiko kecelakaan sangat besar, kemudian pastikan jarak anda aman dengan kendaraan di depan maupun di belakang. Pastikan kelayakan kendaraan dan kondisi fisik pengendara, wajib nyalakan lampu hazard saat hujan dan yang paling penting, selalu berdoa agar perjalanan senantiasa dihindarkan dari kendala,” pungkasnya.