PINANGKAMPAI.COM, DURI – Kota Minyak, Duri. Salah satu wilayah di Kabupaten Bengkalis yang terbentang di antara Kecamatan Mandau dan Bathin Solapan ini kerap menuai cerita sumir.

Mulai dari persoalan teknis hingga jadi kontroversi dramatis acap kali berlangsung disana. Salah satu polemik yang kerap terjadi dan terkesan menjadi kebiasaan dan tak kunjung mendapat solusi hingga saat ini ialah luapan air yang kerap membanjiri beberapa ruas jalan.

Acap kali hujan mendera, dua jalan protokol yang ada disana, tepatnya di Kecamatan Mandau yakni jalan Jenderal Sudirman dan jalan Hantuah, Duri bak jadi langganan banjir.

Tak tanggung, tinggi luapan air di jalan Hangtuah, tepatnya di persinggungan (simpang) jalan Stadion bisa menutupi mata kaki bahkan betis orang dewasa.

Peristiwa yang seolah sudah menjadi kebiasaan ini kerap membuat kendaraan pelintas mogok. Hamparan sampah yang ada di sekitarnya pun kerap terseret luapan air yang membuat wilayah itu bak sungai nan jorok.

“Kalau jalan Hangtuah, jangan ditanya lagi. Setiap hujan turun, jalan itu langsung berubah jadi sungai dangkal untuk sementara waktu,” kata Arnold (33), seorang warga di Kelurahan Air Jamban, Duri.

Beranjak dari Hangtuah, kemudian tim PinangKampai.com menengadah ke jalan Jenderal Sudirman. Tepat pada ruas jalan protokol di depan Kantor Kecamatan Mandau, jalan di depan Apotek Selamat (mengarah ke Garoga), bahkan jalan di sekitar Ramayana Duri.

Ruas jalan tersebut juga terbilang kerap disapu luapan air dari berbagai kanal dan drainase di sekitarnya. Genangan air di ruas-ruas jalan tersebut terus terjadi secara berulang, bahkan hingga malam tadi keadaannya serupa.

Tak banyak perubahan yang tampak, genangan air tetap terpantau dan dinilai sangat mengganggu para pengguna jalan.

Dikonfirmasi terkait peristiwa itu, Camat Mandau Riki Rihardi, S.STP., M.Si tak menampik kondisi yang dipaparkan. Ia bahkan mengakui, jalan-jalan itu kerap terendam luapan air yang berasal dari sistem drainase yang kurang mampu menahan dan mengalirkan debit air.

“Ya begitulah kondisi yang ada saat ini bang, memang beberapa titik di jalan Hangtuah dan Sudirman sering diterjang luapan air yang berasal dari kanal atau sistem drainase sekitar yang kita duga kurang baik dalam mengendalikan debit air,” kata Riki, Kamis (8/4).

“Perlu adanya aksi besar-besaran, agar keadaan ini bisa teratasi dengan baik. Tapi sampai sekarang, hal itu belum terwujud. Semoga bisa segera terlaksana, agar banjir tak lagi menggenangi jalan,” pungkasnya.