PINANGKAMPAI.COM, DURI – Jangkitan wabah pandemi Corinavirus Disease Nineteen (Covid-19) di beberapa negara tetangga kian membludak alias bertambah banyak. Pagi ini dikabarkan bahwa India dan Amerika kembali lockdown akibat paparan penyakit menular itu.

Para pihak terkait turut mendorong jajaran yang berwenang di beberapa negara, termasuk India dan Amerika, untuk kembali memberlakukan lockdown.
Sementara, Direktur Jenderal (Dirjen) Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa pandemi Coronavirus masih sangat jauh dari tuntas.

“Masih belum tuntas, umumnya orang tetap rentan. Virus ini masih leluasa bergerak,” ujar Ghebreyesus hari Senin (29/6) dalam pengarahan singkat di Jenewa, sebagaimana dilansir dari laman resmi WHO dan VoA Indonesia.

Sebagai fakta, India pada Senin lalu melaporkan hampir 20.000 tambahan kasus positif di wilayahnya, hal itu menjafi rekor tertinggi penambahan pasien positif dalam satu hari yang dikonfirmasi.

Negara itu berada di belakang Amerika, Brazil, dan Rusia dalam total kasus sejak pandemi dimulai akhir tahun lalu di China.

Di Amerika, Florida, Texas, California, dan Arizona adalah empat negara bagian yang mengalami peningkatan kasus.
Jumlah kasus global hampir 10,2 juta dan jumlah kematian hampir 503 ribu, menurut Johns Hopkins University.

Banyak pakar kesehatan mengatakan jumlah kasus di dunia mungkin jauh lebih tinggi daripada yang dilaporkan karena kurangnya pengetesan dan adanya pengidap virus yang tidak menunjukkan gejala.