PINANGKAMPAI.COM, DURI – Sebagai jawaban atas kerinduan warga Duri dalam beribadah kembali di berbagai rumah peribadatan, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Mandau secara resmi menggelar sosialisasi, Selasa (23/6) lalu.

Sosialisasi yang dilakukan terkait Pembukaan Operasional Rumah Ibadah (PORI) berstandar protokol kesehatan dan pencegahan wabah pandemi Corinavirus Disease Nineteen (Covid-19). Dalam giat tersebut, Pemerintah Kecamatan Mandau bersama Polsek Mandau dan Koramil 04 Mandau hadir di antara tamu undangan.

Kegiatan itu pun tampak dihadiri oleh Lurah dan Kepala Desa se-Kecamatan Mandau, UPT Puskemas Duri Kota, KUA, MUI Kecamatan Mandau, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Pengurus Masjid dan Musholla, Pengurus Gereja, dan Pengurus Vihara.

“Saya paham bagaimana kerinduan masing-masing dari kita untuk bisa beribadah kembali di rumah ibadah. Gereja, Masjid, Vihara dan semuanya saya paham. Kita semua rindu akan hal itu,” kata Camat Mandau, Riki Rihardi dalam kata pembukanya di hadapan para undangan yang hadir.

Riki menyebut, rasa rindu itu akan segera terbayarkan. Namun, proses pembukaan rumah ibadah tidak serta merta begitu saja. Akan ada protokol-protokol ketat yang harus diterapkan.

Dalam pembukaan rumah ibadah, pemerintah telah mengatur suatu regulasi yang tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri Agama Nomor 15 tahun 2020 Tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah agar Terhindar dari Penyebaran Covid-19.

Dalam tata aturan itu, diatur mengenai prosedur operasional standar di rumah ibadah. Seperti wajib masker, menjaga jarak, menyediakan tempat cuci tangan atau hand sanitizer, serta pengecekan suhu tubuh bagi jamaah.

“Selain itu, pengurus rumah ibadah juga harus memastikan bahwa di kawasan atau lingkungan tersebut harus aman dari Covid-19 dan mengajukan surat keterangan aman dari gugus tugas setempat. Pengurus rumah ibadah juga dapat membuat aturan atau suatu kententuan yang harus dipatuhi jemaah agar kegiatan ibadah sesuai dengan aturan protokol kesehatan,” imbuhnya.

Riki pun mengajak seluruh Lurah dan Kepala Desa se-Kecamatan Mandau agar kembali melakukan penyemprotan disinfektan di rumah ibadah, hal tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif penyebaran Covid-19 di lingkungan rumah ibadah.

“Sebelum dimulai, wajib disterilisasi,” tuturnya.

Senada, Kapolsek Mandau Kompol Arvin Haryadi, SIK pun menyampaikan setiap warga memiliki hak dan kebebasan dalam menjalankan ibadah di rumah peribadatan tanpa adanya intervensi dari pihak manapun.

Meski bebas, operasionalnya kini wajib lebih diperketat sebagai langkah pencegahan jangkitan virus corona. Protokol kesehatan wajib dijalankan, agar pandemi itu bisa dihindarkan saat pelaksanaan ibadah berlangsung.

“Seperti yang kita lihat saat ini, pembukaan tempat ibadah masih banyak yang tidak mengikuti standar protokol kesehatan. Mulai dari belum adanya hand sanitizer, tidak adanya tempat pencuci tangan, membawa sajadah dari rumah dan masih banyaknya jemaah yang tidak menggunakan masker. Hal ini yang perlu diubah,” sambung Kompol Arvin.

Ia menyatakan, bila pengurus rumah ibadah tetap membiarkan hal itu, setiap kejadian nantinya bakal menjadi tanggung jawab pengurus rumah ibadah.

Pihaknya pun mengaku siap untuk membantu para pengurus rumah ibadah dalam melaksanakan penjagaan, sosialisasi lanjutan, serta sterilisasi berkelanjutan guna memberantas penuh penyebaran wabah itu.

“Maka harus sama-sama mendujung. Anda mendukung kami, kami pun pasti akan mendukung setiap program yang ada,” tegas Kompol Arvin.

Masih dalam giat itu, Kepala UPT Puskesmas Duri Kota turut menyampaikan bahwa sosialisasi harus terus dilaksanakan hingga ke bagian terkecil dalam lingkup masyarakat dan aktifitas peribadatan.

“Sekaran ini momennya New Normal. Kita tidak bisa sebebas dulu lagi, kita bisa kembali beraktifitas dengan syarat protokol Covid-19 yang wajib terpenuhi,” sambungnya.

“New Normal merupakan langkah percepatan penanganan COVID-19 dalam bidang kesehatan, sosial, dan ekonomi. Kita bisa kembali melakukan aktifitas seperti biasa namun harus tetap menjaga dan menerapkan protokol kesehatan dan pencegahan jangkitan Covid-19,” pungkasnya.