PINANGKAMPAI.COM, RIAU – Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, Jim Ghafur menegaskan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Riau belum menimbulkan kabut asap, Rabu (3/3).

Ia menegaskan hal itu, mengingat luasan lahan yang terbakar saat ini masih tergolong sedikit. Sehingga, sebaran asap atau partikulat mikro hasil Karhutla belum menyebar luas.

“Kasus-kasus Karhutla di Riau belum sama sekali menimbulkan bencana Kabut Asap sebagaimana digembor-gemborkan beberapa waktu lalu, situasi masih bisa dikendalikan,” kata Jim.

Ia mencatat, sejak awal Januari hingga Maret 2021, total luas lahan yang terbakar di Riau sudah mencapai 382,55 hektare (Ha) dan diprediksi bakal terus meluas seiring musim kemarau yang berkepanjangan.

“Apalagi anginnya kencang, jelas semakin sulit dipadamkan,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, sampai kini terdapat berbagai daerah Kabupaten/Kota yang hutan dan lahannya telah digagahi api. Sebarannya terdapat di Kabupaten Bengkalis seluas 102,65 Ha, di Kota Dumai 79,85 Ha, Indragiri Hilir 73,5 Ha, Siak 54,5 Ha, Pelalawan 31 Ha, Meranti 14 Ha, Indragiri Hulu 12 Ha, Rokan Hilir 11 Ha dan Kampar 3,55 Ha.

“Meski demikian, kabut asap memang belum terseteksi. Masih jauh, lahan yang terbakar di Riau kan masih kecil,” katanya menegaskan.

“Berkabut itukan bukan dari asap saja, bisa saja itu haze (Partikel debu yang bercabur dengan embun). Kalau dilihat kasat mata, memang hal itu seolah seperti kabut asap, padahal itu bukan kabut asap, tapi haze,” ujarnya.

Saat ini pula, masih kata dia, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di semua daerah di Riau masih bagus alias sehat. Sehingga, masyarakat tidak perlu khawatir dengan adanya isu terkait pencemaran udara karena paparan asap.

“Data ISPU kita masih menampilkan hasil yang bagus. Kemudian, jarak pandang juga masih bagus dan tidak ada masalah. Semua masih normal, tak ada kabut asap,” pungkasnya.