PINANGKAMPAI.COM, BATHIN SOLAPAN – Kecelakaan tragis terjadi di jalan Subur, Desa Bumbung, Kecamatan Bathin Solapan, atau tepatnya di areal Duri XIII (13) sekira pukul 13.40 WIB, Sabtu (3/4).

Kala itu, seorang anak berusia enam tahun yang tengah mendayung sepedanya dilaporkan terserempet satu unit dump truk merek Hino LT bernomor polisi BG 8174 LR yang dikemudikan oleh Su.

Nahasnya, usai terserempet, bocah malang berinisial MY itu terjatuh ke kolong truk dan akhirnya tergilas roda bagian belakang. Saat dikonfirmasi, Kapolres Bengkalis AKBP. Hendra Gunawan, SIK., MT, melalui Kasat Lantas AKP. Hairul Hidayat, SIK, diwakili Kanit Laka IPDA. Yopi Ferdian, SH., M.Si membenarkan tragedi maut itu.

“Benar, ada kecelakaan di jalan Subur, sekitar Duri 13. Dalam laka itu, seorang anak berusia sekira 6 tahun terlibat kecelakaan dengan satu unit dump truk yang dikemudikan oleh Su,” kata IPDA. Yopi, Selasa (6/4) siang.

Akibatnya, bocah malang yang awalnya mendayung sepeda tersebut meregang nyawa di lokasi kejadian lantaran mengalami luka dan pendarahan hebat di bagian kepala.

“Anak MY meninggal dunia di TKP,” ucapnya.

Semula, kata IPDA Yopi, dump truk yang dikemudikan oleh Su melaju perlahan dari simpang jalan Subur dan kemudian masuk ke dalam.

Kala itu, kendaraan berat ini tepat melaju lamban di pertengahan jalan, mengingat ruas lintas itu yang tak terlalu bidang. Tepat sekira pukul 13.40 WIB, melaju pula MY dari arah berlawanan dengan mendayung satu unit sepeda.

“Dikarenakan jarak yang sangat dekat dan ruang gerak yang sempit sehingga truk tersebut menyerempet korban dan akhirnya terlindas roda belakang truk. Saat itu, korban meninggal dunia,” paparnya.

Panik, Sopir Kabur

Panik pasca laka tersebut, sang sopir truk tersebut nekat melarikan diri. Yak pikir panjang, ia langsung kabur dan meninggalkan kendaraannya di lokasi kejadian.

“Sopirnya sempat kabur,” kata dia.

Mendalami kasus itu, Kapolres Bengkalis langsung menginstruksikan agar Kasat Lantas dan jajaran dibawahnya, termasuk Kanit Laka untuk segera membentuk tim khusus (Timsus) guna mengungkap kasus tabrak lari ini.

Timsus pun dibentuk, sejumlah keterangan saksi pun dikumpulkan untuk sesegera mungkin mencari tahu keberadaan sang sopir. Sementara, bocah malang itu langsung dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Atas instruksi Pimpinan, maka dibentuklah tim khusus (timsus) untuk mengungkap kasus ini. Dan korban langsung dievakuasi ke rumah sakit terdekat,” serunya.

Kurang 24 Jam, Pelarian Sang Sopir Kandas

Sepanjang pengungkapan kasus itu, jajaran Timsus Satlantas Polres Bengkalis yang dipimpin oleh Kanit Laka IPDA Yopi terus melakukan beragam pendekatan dan penyelidikan pasca kejadian tabrak lari ini.

Olah tempat kejadian perkara (TKP) pun dilakukan, sejumlah barang bukti juga diamankan. Tak lama, pihaknya mendapat informasi dari seorang saksi mengenai identitas tersangka yang diduga pengemudi dump truk maut.

Tak hanya itu saja, timsus juga menerima informasi terkait alamat terduga pelaku yang terlibat tabrak lari nan menggemparkan ini.

“Setelah menerima informasi, Kasat Lantas Polres Bengkalis menginstruksikan kita untuk melakukan penyelidikan dan mendatangi rumah yang diduga sebagai tempat tinggal pengemudi dump truk. Saat itu, tim didampingi oleh Ketua RT dan Kepala Dusun setempat mendatangi rumah Su dan melakukan penggeledahan. Namun sayang, ia tidak ditemukan, beliau diduga kabur,” jelasnya.

Tak habis akal, jajaran itu pun meminta kepada istri terduga pelaku tabrak lari agar segera menghubungi dan sedapat mungkin mengantarkan Su ke Kantor Satlantas 125 bila nantinya kembali ke rumah.

Pencarian pun dikembangkan hingga memasuki esok harinya, Minggu (4/4).Tepat sekira pukul 10.00 WIB, timsus mendapat informasi terkait keberadaan tersangka.

Petugas di lapangan pun melakukan pengamatan terhadap gerak-gerik serta mimik wajah pelaku. Setelah dirasa cukup meyakinkan, timsus yang dipimpin oleh Kanit Laka ini pun melakukan penangkapan terhadap tersangka dan kemudian dibawa ke kantor Satlantas 125 Duri.

“Beliau sempat kabur, tapi berkat pendekatan persuasif yang kita lakukan, Su akhirnya berhasil kita amankan kurang dari 24 jam. Usai diamankan, ia langsung dibawa ke kantor,” ucap dia.

“Saat diamankan, tersangka dalam keadaan sehat. Beliau kita amankan guna kepentingan pemeriksaan dan penghimpunan keterangan lebih lanjut,” pungkasnya.