PINANGKAMPAI.COM, JAKARTA – Kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau kian melanglang buana, hal ini menyebabkan wilayah itu kembali terancam paparan asap.

Sejak awal januari 2021 saja, sudah lebih dari ratusan hektar hutan dan lahan yang terbakar. Usut punya usut, kebanyakan diduga sengaja dibakar saat pembukaan lahan.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPR RI Aziz Syamsuddin pun bereaksi keras. Ia meminta Pemerintah Pusat mauoun daerah untuk segera melakukan kajian dan merancang upaya mitigasi atau langkah tegas dalam mencegah terjadinya karhutla.

“Pemerintah harus fokus pada pemulihan fungsi hutan serta memberikan sanksi tegas kepada pihak-pihak yang dengan sengaja merusak fungsi hutan,” kata Aziz, Selasa (23/2).

“Terapkan sanksi tegas kepada setiap orang ataupun pengusaha yang sengaja atau kedapatan membuka lahan dengan cara membakarnya,” serunya.

Penerapan sanksi tegas, kata dia, dinilai mampu memitigasi karhutla di Riau dan Pulau Sumatera secara umum.

“Kalau hukumnya tegas, pelanggarnya juga akan takut. Hukum harus berfungsi maksimal dalam situasi ini, aparat penegak hukumnya pun harus seirama,” pintanya.

Sebagaimana diketahui, delapan wilayah Kabupaten/ Kota yang ada di Riau telah ditemukan titik api. Adapun wilayah terbanyak, yakni Kabupaten Bengkalis.

Sebaran titik api di sana terbilang terus meningkat, hal ini kian diperparah dengan keberadaan hamparan lahan gambut yang dituding sangat cepat tersulut api dan memperparah kasus kebakaran yang ada di Riau.

Atas dasar ini lah, Aziz meminta pemerintah untuk cepat tanggap dalam merespon keadaan ini dengan menerapkan saksi tegas bagi para pembakar hutan dan lahan.

“Siapapun yang membakar, tindak tegas! Jangan tebang pilih,” harapnya.