PINANGKAMPAI.COM, BENGKALIS – Dugaan kasus Dana Hibah di kubu Komite Olahraga Nasional (KONI) Kabupaten Bengkalis terus bergulir. Kali ini, Darma Firdaus Sitompul selaku Ketua KONI dilanggil oleh penyidik Tindak Pidana Khusus (Pudsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis dalam agenda perlengkapan keterangan, Senin (3/5).

Pemeriksaan terhadapnya digelar di ruang Pidsus Kejari Bengkalis dan berjalan sekitar 6 jam penuh. Kala itu, Darma dicecar berbagai pertanyaan oleh Penyidik Frengki Hutasoit dan dibantu oleh Doli Novaisal.

Dikonfirmasi, Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Bengkalis, Jufrizal, SH membenarkan hal itu. Ia menjelaskan, pemeriksaan terhadap Ketua KONI Bengkalis itu dilakukan untuk mendalami dugaan perkara Dana Hibah sebesar Rp 12 Miliar yang bersumber dari APBD Negeri Junjungan Tahun 2019.

“Memang benar, ada pemeriksaan Ketua KONI Bengkalis yang sifatnya hanya untuk melengkapi BAP lanjutan,” kata Kasi Pidsus Kejari Bengkalis, Jaksa Jufrizal, SH lewat aplikasi pesan digitalnya, Senin sore.

Disinggung terkait bakal adanya peningkatan saksi sebagai tersangka dalam perkara dugaan Korupsi Dana Hibah KONI Kabupaten Bengkalis Tahun 2019 sebesar 12 Miliar ini, ia enggam berpsekulasi berlebih.

“Yang jelas pemeriksaan terhadap saudara Darma Firdaus Sitompul tadi dimulai pada pukul 11.00 hingga 5.45 WIB. Nanti kalau ada perkembangan, akan kita publikasikan segera. Sampai saat ini, Kejari Bengkalis masih dan akan tetap konsisten melakukan pemeriksaan terkait perkara dugaan Korupsi Dana Hibah KONI Bengkalis Tahun 2019,” tegas Jaksa Jufrizal.

Selain Darma, masih katanya, beberapa pengurus Cabang Olahraga (Cabor) dan pengurus KONI juga telah dimintai keterangan sebagai saksi oleh penyidik. Perkara ini sebelumnya pernah ditangani oleh Ditreskrimsus Polda Riau, namun tidak sampai ke tahap penyidikan.

Sesampainya di tangan Kejari Bengkalis, penyidik perlahan sukses menemukan alat bukti yang cukup untuk menaikkan dugaan tindak pidana Korupsi ini dari tahap penyelidikan ke tingkat kepenyidikan.

Sebelumnya, Advokat Bobson Samsir Simbolon, SH juga mempertanyakan kejelasan polemik yang menyeret nama Ketua KONI Bengkalis ini. Dalam forum tanya jawab yang disiarkan di kanal Youtube-nya, ia menyinggung sinergitas aparat penegak bukum dalam pengungkapan dugaan perkara tersebut.

“Sebaiknya lakukan akselerasi agar dugaan kasus ini segera terungkap. Kalau memang ditemukan kesalahan, tindak pelakunya. Tapi kalau memang bersih, ya segera paparkan hasil akhirnya,” kata Penyuluh Anti Korupsi Muda yang telah tersertifikasi oleh LSP KPK RI ini.

Secara tegas, Bob memberi dukungan kepada jajaran Kejari Bengkalis dalam melaksanakan pengungkapan itu. “Semangat menjalankan tugas Bapak/Ibu Jaksa, terlebih dalam menerangkan dugaan kasus di kubu KONI Kabupaten Bengkalis ini. Kami, masyarakat Kabupaten Bengkalis sangat menanti kejelasan polemik ini. Semoga segera terungkap dengan fakta yang menerangkan,” pungkasnya.