PINANGKAMPAI.COM, DURI – Sejumlah komoditi atau bahan baku pangan yang diperdagangkan di Pasar Tradisional, Kecamatan Mandau, Duri pagi ini terbilang merangkak naik, Minggu (11/10) pagi.

Kenaikan harga ditenggarai beberapa faktor krusial, mulai dari cuaca buruk yang menyebabkan gagal panen, hama, bahkan hasil panen yang kurang memuaskan, serta adanya kendala pada alur distribusi yang menyebabkan nilai jual sejumlah kebutuhan harian melanglang buana.

Pagi ini saja, harga komoditi cabai merah dibuka di kisaran Rp55 ribuan per-Kilogram (Kg). Beberapa pedagang yang ada di oasar tersebut bahkan menjual si pedas merah dengan harga Rp60 ribu/Kg.

“Tergantung kualitasnya, ada yang segar, kita jual Rp60 ribuan/Kg. Ada juga sisa semalam, ya kita jual saja Rp50 sampai Rp55 ribuan/Kg lah bang. Harga modalnya saja masih tinggi,” kata Noval (33), salah seorang pedagang di pasar tersebut.

Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu harga tersebut masih berkisar Rp35 sampai Rp40 ribuan/Kg.

Di lapak pedagang lainnya nilai bahan baku utama pembuatan sambal merah itu cenderung sama, Erni (27) mengaku harga cabai merah akan tetap sama dalam beberapa hari mendatang. Hal itu ditenggarai akibat buruknya cuaca yang mempengaruhi hasil panen dari daerah penghasilnya.

“Yang saya dengar hasil panen berkurang karena cuaca kurang bagus. Ada juga yang bilang banyak panenan cabai yang busuk, jadi stok berkurang dan harga pun mulai naik,” sebut Erni.

Selain cabai merah, sejumlah varietas dagangan lainnya juga telah dihimpun berdasarkan harga jual pagi ini, meliputi:

  • Cabai rawit hijau: Rp30 ribuan/Kg,
  • Cabai rawit merah: Rp30 ribuan/Kg,
  • Bawang merah dan bawang putih: Rp30 ribuan/Kg,
  • Aneka sayur-mayur: Rp5 ribu, Rp10 ribu, sampai Rp20 ribuan/Kg atau per-ikatan tergantung jenisnya.

Adapun harga komoditas dagang yang mengalami penurunan harga spesifik di pasar tradisional Mandau yakni Tomat, sebagaimana diakui para pedagang beberapa waktu lalu nilai jualnya menyentuh level terendah Rp3 sampai Rp5 ribuan per Kilogram.

Banjirnya persediaan tomat di lapak para pedagang membuat nilai jual varietas tambahan dalam pembuatan sambal maupun penghias masakan itu menukik alias turun gunung.

“Tomat yang relatif normal, bahkan kadang harganya turun. Stok banyak, jadi tak ada kelangkaan barang. Ya wajar harganya pun masih bersahabat,” kata Ridho (33), pedagang lainnya.

“Cabai merah yang mahal, perkilogramnya saja bisa sampai Rp55 ribu sekarang ini. Jadi kebanyakan beli cabai merah cuma setengah kilo saja, diganti pakai cabai rawit dan dibanyakin tomat. Ya begitulah yang ada saat ini, mungkin besok bisa stabil lagi atau bahkan bisa makin mahal, tergantung cuaca, kondisi barang dan penyalurannya saja,” pungkasnya.