PINANGKAMPAI.COM, DURI – Kabar menghentak tersiar dari Perumahan Bumi Hijau, RT003/RW008, jalan Stadion ujung, Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau, Duri.

Di lokasi itu, satu unit rumah milik Syaputra nyaris dilahap sijago merah. Beruntung warga sekitar cekatan mengambil tindakan, kobaran api pun tak sempat membesar dan hanya bersisa asap dari bagian dapur rumah itu.

Berdasarkan penelusuran di lapangan, Syaputra mengaku saat itu ia sedang bekerja. Sang istri lah yang ditinggal di rumah dengan sedikit renovasi di bagian dapurnya.

“Nah saat saya kerja, memang istri sempat pamit. Dia mau keluar, katanya mau pasang behel (kawat gigi, red),” kata Syaputra kepada tim pinangkampai.com, Rabu (16/9).

Benar saja, sang istri pun meninggalkan rumah dan bermaksud hendak memasang behel di salah satu outlet yang ada di wilayah Duri. Sayangnya, sang istri tak sadar bahwa kompor di rumah itu tengah menyala dengan masakan yang terus mendidih di dalam wajan.

Syaputra (biru cerah, tengah) saat melihat kondisi dapurnya yang penuh asap | Foto: JB•764

Alhasil, api yang berasal dari kompor dua tungku bertenaga tabung gas (LPG) 3 Kilogram (Kg) terus memanaskan masakan di wajan hingga akhirnya hangus.

Asap pun mulai mengudara, beberapa warga dan tetangga Syaputra pun mulai resah dan mencoba mencari tahu asal muasal bumbungan asap. Tak lama kemudian, tim dari UPTD Pemadam Kebakaran (Damkar) Mandau bersama jajaran PLN Rayon Duri langsung terjun ke lokasi.

“Kami dapat laporan adanya kebakaran, maka kami terjunkan dua armada lengkap dengan personelnya,” jawab Komandan Regu (Danru) Damkar Mandau, Jefrianto.

Tak berselang lama, personel kepolisian sektor (Polsek) Mandau juga merapat ke lokasi. Seluruh tim pun memantau situasi di rumah sumber asap pekat itu.

Berdasarkan keterangan lengkap di lokasi, Jefrianto mengatakan bahwa kepulan asap berasal dari masakan yang hangus karena kompor terus menyala dan ditinggal pergi pemiliknya.

“Tidak ada yang terbakar, beruntung hanya masakan saja yang gosong. Sementara perabot dan instrumen lainnya di dapur rumah itu juga tak terbakar, yang jelas asap itu berasal dari masakan yang hangus,” ungkapnya.

Situasi di lokasi, warga berbondong-bondong melihat dari dekat. Tim Damkar, PLN dan Polsek Mandau terlihat berada di tempat (TKP) | Foto: JB•764

Sesampainya di lokasi, petugas mendapati regulator gas telah dilepas dan kompor telah dimatikan. Pantauan, tak satupun titik di rumah itu yang sempat digagahi kobaran api.

“Sampai di lokasi, api tak ada. Hanya asap yang berangsur hilang dan wajan dengan masakan yang gosong. Tidak ada korsleting, semua aman terkendali,” tegas Jefri.

Atas kejadian itu, Syaputra mengaku masih beruntung karena kobaran api tak sempat menggagahi kediamannya. Menghela napas panjang, ia mengaku peristiwa itu merupakan kelalaian yang seharusnya tak terjadi.

“Alhamdulillah, belum ada yang terbakar. Saya beruntung sekali, ini kelalaian kami. Memang saat kejadian saya sedang bekerja dan istri saya pun keluar rumah tanpa mematikan kompor. Tapi untungnya api tidak sempat membesar, maaf untuk semua pihak yang sudah terjun ke rumah saya,” hatur Syaputra.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Mandau Kompol Arvin Hariyadi, SIK mengaku telah menerima informasi tersebut. Ia mengatakan bahwa hal itu sungguh sangat berisiko dan dapat menyebabkan kerugian bagi pribadi maupun orang lain.

“Dengan peristiwa ini kita diingatkan untuk lebih mawas diri saat berpergian meninggalkan rumah, pastikan kompor mati dan regulator gas dilepas. Kemudian, pastikan sistem kelistrikan aman dan tak lupa kunci rumah dengan baik. Syukur api tak sempat membesar di rumah itu, dan Alhamdulillah semua aman terkendali. Semoga ini jadi pembelajaran bagi pemilik rumah dan masyarakat di Kecamatan Mandau secara umum,” pungkasnya.