PINANGKAMPAI.COM, DURI – Orang lanjut usia (Lansia) dan anak-anak dan setiap orang yang rentan terjangkit virus diimbau untuk tidak datang dan berkumpul sementara waktu di rumah ibadah. Ketegasan itu disuarakan melihat mulai berjalannya aktifitas di berbagai rumah ibadah jelang penerapan tatanan baru alias New Normal.

Imbauan itu menggema melihat semakin aktifnya kegiatan peribadatan di berbagai tempat, pagi ini saja di Kecamatan Mandau nuansa peribadatan di berbagai Gereja tampak telah dimulai setelah sekian lama ditutup pada masa penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Coronavirus Disease Nineteen (Covid-19).

Sebelumnya, shalat Jumat berjamaah di berbagai Masjid juga telah berlangsung dan momen sakral itu tampak khidmat. Dengan wacana New Normal itu, Pemerintah mengingatkan masyarakat untuk tidak gagal paham dalam menerjemahkannya.

Terkait dengan mulai aktifnya kegiatan lintas agama, Menteri Agama (Menag) RI Fachrul Razi, kembali menerbitkan Surat Edaran (SE) tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah Dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19 di Masa Pandemi.

Dalam SE bernomor 15 Tahun 2020 tersebut dianulir mengenai penyelenggaraan ibadah berjamaah atau kolektif, setiap kegiatan keagamaan disebut dapat dilaksanakan di kawasan atau wilayah (Zona) Hijau.

“Peribadatan dengan sistem kolektif atau berjamaah hanya diizinkan di Green Zone atau zona bebas paparan Covid-19. Selain itu, lansia dan anak-anak, serta setiap orang yang rentan diserang penyakit dilarang datang dan berkumpul di rumah ibadah,” kata Menag RI, Fachrul Razi sebagaimana tertuang dalam SE tersebut.

Setiap pengurus atau penanggungjawab rumah ibadah di wilayah bebas virus corona, diperbolehkan untuk menjalankan setiap kegiatan keagamaan dengan ketentuan, wilayah tersebut masuk kategori aman dan di dalamnya tidak melebihi kapasitas yang diizinkan.

“Jika fakta di lapangan memang bersih dari Covid-19, ya silahkan. Tapi jika ada indikasi atau potensi penyebaran, atau telah ada bukti jangkitan, sebaiknya ditiadakan sementara waktu menunggu perkembangan yang lebih baik,” ungkapnya.

Selain itu, lansia dan anak-anak untuk sementara waktu tidak ikut serta beribadah di rumah ibadah mengingat potensi jangkitan yang lebih mudah menyerang orang dalam kategori itu.

Ketegasan Fachrul terus dituangkan dalam edarannya, ia bahkan berulang kali mengingatkan agar lansia dan anak-anak sebaiknya tetap menjalankan ibadah dari rumah guna menghindarkan jangkitan wabah pandemi itu.

“Rumah ibadah harus jadi contoh terbaik dalam pencegahan penyebaran Covid-19, jangan sampai salah langkah,” pungkasnya.