PINANGKAMPAI.COM, DURI – Malam ini, segenap umat Kristiani bakal menggelar Perayaan Malam Natal 2020, Kamis (24/12).

Tak hanya di Kabupaten Bengkalis, perayaan ibadah natal ini juga serentak dilaksanakan di seluruh penjuru negeri, Bumi Pertiwi dalam menyambut hari kelahiran Tuhan Yesus Kristus.

Di Kecamatan Mandau dan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, disebutkan ada sekira 80-an Gereja yang akan melaksanakan ibadah natal malam ini. Kebenaran kabar itu disebut langsung oleh Kapolres Bengkalis, AKBP. Hendra Gunawan, SIK., MT, melalui Kapolsek Mandau, Kompol. Arvin Hariyadi, SIK.

Kepada pinangkampai.com, ia menjelaskan sekitar 80-an lebih gereja bakal melangsungkan ibadah malam ini. “Benar bang, malam nanti ada sekitar 80-an gereja yang melangsungkan ibadah. Itu meliputi wilayah Mandau dan Bathin Solapan,” kata dia, Kamis siang.

Guna memberi rasa aman dan nyaman sepanjang pelaksanaan ibadah di malam natal, ratusan personel dari Polres Bengkalis dan Polsek Mandau pun dikerahkan.

Ke-80-an rumah ibadah umat Kristiani ini bakal dijaga ketat. Sekitar dua sampai dengan tiga personel bakal berjaga di masing-masing gereja.

“Penjagaan ketat. Satu gereja dijaga dua sampai dengan tiga orang personel, tergantung jumlah jemaat dan kapasitas gerejanya sendiri bang,” ujarnya.

Ia menegaskan, penjagaan bakal dimulai malam ini, Kamis (24/12) malam sampai dengan selesainya peribadatan malam natal.

Usai malam ini, penjagaan di berbagai gereja masih terus dilanjutkan keesokan harinya, Jumat (25/12).

“Karena di Jumat pagi masih ada ibadah (Natal) pagi. Penjagaan pun berlanjut di tanggal 25 pagi,” sebutnya.

“Selesai di tanggal 25, penjagaan dilanjutkan pada tanggal 31 Desember 2020,” tambahnya.

Di penghujung tahun ini, masih katanya, mayoritas umat Nasrani kerap melaksanakan ibadah akhir tahun guna menyongsong tahun yang baru. Oleh karenanya, ibadah raya jelang malam pergantian tahun pun tetap dijaga ketat.

“Ibadah malam di tanggal 31 Desember juga dijaga, sama, di 1 Januari 2020, gereja-gereja juga dijaga. Karena masih ada ibadah Tahun Baru,” ucapnya.

Ibadah Natal berbasis Protokol Kesehatan

Di sela perbincangan bersama Kompol. Arvin, pembahasan pandemi mencuat ke permukaan. Ia pun teringat dan menyampaikan kepada seluruh pengurus rumah ibadah, agar dapat menyemprot cairan disinfektan ke seluruh sudut ruangan (gereja) sebelum dipergunakan demi kepentingan ibadah.

Selain itu, penerapan 3M pun diwajibkan. Mencuci tangan, Menjaga jarak dan Memakai masker pun diwajibkannya kepada seluruh jemaat yang mengikuti ibadah Natal sampai dengan Tahun Baru 2021 mendatang.

“Protokol kesehatan wajib! Jangan sampai lupa. Pengurus gereja wajib memperhatikannya, personel di lapangan pun nantinya bakal memaksimalkan pendisiplinan protkes,” imbuhnya.

Selama pelaksanaan ibadah, masih kata dia, setiap jemaat haruslah memperhatikan kesehatan dan faktor keamanan dari ancaman pandemi COVID-19.

Jemaat lanjut usia (Lansia) dan Anak-anak diimbaunya untuk dapat menjalanlan ibadah bersistem online (dalam jaringan). Hal itu diimbau guna mengurangi risiko penularan virus yang rentan menyerang kaum lansia dan anak-anak.

Ia pun mewajibkan setiap jemaat yang hendak mengikuti ibadah diukur suhu tubuhnya. Bila (suhu tubuh) melewati angka 37°C, atau ditemukannya jemaat yang memiliki gejala flu, batuk dan demam tinggi, pelaksanaan ibadah online terhadapnya dianjurkan.

“Tak ada pengecualian, semua harus dikawal ketat. Jangan sampai ada klaster Natal dan Tahun Baru. Mari sama-sama kita indahkan protokol kesehatan ini, demi terciptanya ibadah yang sehat, steril dan menyejukkan. Seluruh peribadatan Natal dan Tahun Baru harus kondusif,” pungkasnya.