PINANGKAMPAI.COM, RIAU – Sirin, satwa langka berjenis Owa Ungko dengan nama latin Hylobates Agilis dikabarkan melahirkan seekor anak, Rabu (17/2).

Saat melahirkan, satwa ini berusia sekitar 7 tahun. Keberadaannya di Riau awalnya diserahkan secara sukarela oleh warga penampungan Rohingya bernama Muhammad Yamin pada tahun 2017 silam.

Setelah diterima, hewan dilindungi ini dipelihara di kandang transit satwa Balai Besar KSDA Riau. Kemudian pada Rabu dini hari lalu, ia resmi menjadi induk nan menggemaskan.

Pasca kelahiran, induk dan anak Owa Ungko ini sehat. Sedangkan jenis kelamin dan berat badan anak belum diketahui, karena selalu dalam gendongan induknya.

Adapun pejantan dari Ungko tersebut saat ini telah dititipkan di  lembaga konservasi pada sekitar bulan November 2020. Saat penitipan Ungko jantan, Ungko betina yang bernama Sirin belum terdeteksi dalam kondisi hamil.

“Untuk kesehatan induk Ungko, kita dari Balai Besar KSDA Riau langsung menambah asupan nutrisinya dengan tambahan porsi dan jenis makan induk tersebut. Tim medis dan perawat satwa selalu memantau kondisi dan perkembangan induk serta bayinya,” kata┬áKepala Balai Besar KSDA Riau, Suharyono, Kamis (18/2).

Sang induk, kata dia, terlihat sangat melindungi anaknya dan tidak sedikitpun melepaskannya dari gendongan. Sampai saat ini, jumlah seluruh Ungko yang masih dilakukan observasi di kandang transit Balai Besar KSDA Riau sebanyak 7 ekor.

Selanjutnya, terhadap Ungko-ungko tersebut akan dilakukan tindakan konservasi demi kelestariannya.

“Bagi satwa yang dinilai masih dapat survive di alam bebas, akan segera dilepasliarkan ke habitatnya. Dan bagi Ungko yang berdasarkan hasil observasi sudah terlalu jinak akan dititipkan di Lembaga Konservasi yang ada,” pungkasnya.