PINANGKAMPAI.COM, DURI – Dua unit pesawat tempur F-16 Harpy Flight Rydder dari Skadron Udara 16 Wing 6 Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau tampak hilir mudik di langit Duri, Kecamatan Mandau, Selasa (9/3) siang.

Dua unit pesawat nan gagah itu terpantau malang melintang di angkasa dan sesekali terbang rendah, sesekali gemuruh dapur pacunya sontak mengejutkan masyarakat. Saking dekatnya, warga sekitar bisa melihat aksi kedua pesawat suoer canggih itu dengan mata telanjang.

Selain di wilayah Duri, Mandau, Kabupaten Bengkalis, kedua unit pesawat yang diawaki Danskadud 16 Mayor (Pnb) Andri Setyawan, ST., MMOAS (TS-1608) dan Lettu (Pnb) Galih Rakasiwi, serta Kapt. (Pnb) Yusuf Atmanegara (TS-1632) ini juga mengangkasa di hampir seluruh wilayah Riau.

Diketahui, para awak udara yang menerbangkan masing-masing pesawat tempur ini tengah mengasah kemampuan dalam Basic Fighter Manuver (BFM) di Military Training Area (MTA) Lanud RN Pekanbaru.

“Selain mengasah kemampuan, para garuda muda Indonesia ini juga berpatroli di udara untuk memantau keberadaan titik api atau Hotspot di wilayah Riau,” kata Komandan Lanud RN Pekanbaru, Riau, Marsekal Madya (Marsma) TNI Andi Kustoro, Selasa sore.

Ia mengatakan, pihaknya bersama satuan tugas (Satgas) pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Riau terus melakukan upaya pencegahan atau mitigasi gagahan api dari patroli udara.

Hal itu, kata Marsma TNI Andi Kustoro, dilakukan untuk menanggulangi potensi bencana asap sebagai akibat Karhutla. Sambil mengasah kemampuan terbang, setiap awak udara ini wajib melaporkan situasi terkini teritori Riau dari pantauan udara.

“Ini kita lakukan sebagai langkan mitigasi bencana asap. Jadi kita kerahkan personel udara untuk memantau (berpatroli) sekaligus mengasah kemampuan terbang, bermanuver dan bersenyawa dengan pesawat tempur yang kita miliki,” tegasnya.

“Patroli udara akan terus digencarkan untuk sedini mungkin mendeteksi Karhutla dan kemudian memaparkan informasi akurat seputar titik api. Tujuannya, agar keberadaan Hotspot bisa segera ditangani untuk mencegah perluasan gagahan api,” pungkasnya.