PINANGKAMPAI.COM, DURI – Musim kemarau tampak masih berkepanjangan di wilayah Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Hal ini ditandai dengan semakin menurunnya intensitas hujan dan menyentaknya terik matahari.

Keadaan tersebut membuat vegetasi darat yang ada di wilayah itu kian mengering dan akhirnya menambah besar potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Belum lagi, keberadaan hamparan lahan gambut yang ada di dalamnya turut menambah besarnya ancaman Karhutla dan paparan asap di Negeri Junjungan dan Bumi Lancang Kuning secara umum.

Menanggapi hal itu, Ketua organisasi Pemuda Batak Bersatu (PBB) Ranting Air Jamban, Kecamatan Mandau, Manatar Situmorang turut bereaksi. Dalam pemaparannya ia menegaskan bahwa situasi Duri, Mandau, Kabupaten Bengkalis dan Riau secara umum memang sangat rawan tersulut api.

“Vegetasi darat di Hutan dan Lahan, maupun lahan gambut saat ini sangat kering. Jadi sangat mudah terbakar, tentu situasi ini perlu kita waspadai,” kata Manatar, Rabu (10/3) pagi.

Ketua PBB Ranting Air Jamban, Mandau, Manatar Situmorang | Foto: JB

Akibat kekeringan, kata dia, hamparan hutan dan lahan yang ada sangatlah mudah terbakar dan bisa berdampak buruknya kualitas udara akibat paparan asap.

Sebagaimana diketahui, paparan asap, partikulat dan polutan hasil Karhutla yang mencemari udara bisa berdampak buruk pada kesehatan tubuh, khususnya bagian organ pernapasan.

“Oleh karena dampaknya sangat merugikan, kita harus bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” ajak Manatar.

Adapun caranya, lanjut dia, masyarakat yang ada di Riau dan Kabupaten Bengkalis pada khususnya diharap tidak membuka lahan pertanian atau perkebunan dengan cara membakarnya.

Selain itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk tetap aktif dalam memantau keberadaan titik panas (Hotspot). Apabila (Hotspot) ditemukan, warga diharap dapat segera melaporkannya ke pemerintah atau petugas setempat.

“Kalau apinya masih kecil, segera bantu padamkan. Tapi kalau apinya sudah membesar, segera laporkan dan panggil bantuan pemadam,” ucap Ketua PBB Ranting Air Jamban, Mandau ini.

Terpisah, Camat Mandau Riki Rihardi, S.STP., M.Si turut mengamini pesan positif yang disampaikan Manatar. Riki menambahkan, khusus masyarakat yang tinggal di sekitar atau beraktifitas di areal gambut, kewaspadaan harus lebih ditingkatkan.

Riki mencontohkan, setiap orang yang berada di areal atau lahan mudah terbakar, terutama lahan gambut dilarang untuk membuang linting rokok sembarangan.

“Apalagi linting rokoknya masih menyala, jangan sembarang dibuang. Matikan dulu bara apinya, baru dibuang,” saran Riki.

Personel PBB Ranting Air Jamban, Duri-Mandau | Foto: JB

Hal itu diwajibkannya, mengingat titik api sekecil apapun bisa dengan cepat membesar pada kondisi saat ini. “Semua kering. Ada semak, belukar, apalagi gambut. Jelas sangat mudah terbakar. Oleh karena itu, hindarkan segala bentuk tindakan yang bisa menyebabkan Karhutla di wilayah kita ini,” ajak Riki.

Sebagaimana diketahui, PBB merupakan wadah organisasi masyarakat Suku Batak kenamaan saat ini yang tengah bergeliat di Kabupaten Bengkalis, Riau. Selain bergerak di bidang sosial kemasyarakatan, ekonomi, kesehatan dan kesejahteraan, PBB juga mewujudkan kepedulian giatnya pada pelestarian lingkungan dan alam.

“Oleh karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat di Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis secara khusus. Dan masyarakat Riau secara umum, untuk bersama-sama mencegah Karhutla di Bumi Lancang Kuning yang kita cintai ini,” sambung Manatar.

Sebagai wujud kepedulian, masih kata Manatar, PBB Ranting Air Jamban pun mempersiapkan personelnya dalam bidang tenaga pemadaman Karhutla di lapangan. Hal itu secara tegas diungkapkannya kepada tim PinangKampai.com.

“Dalam hal tenaga, personel kita siap membantu pemadaman Karhutla. Sukarelawan kita selalu siaga dan bakal terjun langsung dalam melakukan pemadaman bila diperlukan,” serunya.

Mendengar respon tegas itu, Kapolsek Mandau, Kompol Arvin Hariyadi, SIK pun mengacungi jempol. Ia menyatakan, sejauh ini aksi-aksi kemanusiaan dalam bidang pemadaman Karhutla memang menjadi prioritas dan sangatlah diperlukan.

“Wah, bagus sekali kalau suatu organisasi masyarakat mempunyai niat untuk ikut membantu memadamkan api Karhutla. Justru hal positif semacam ini yang kita butuhkan di tengah masyarakat, ternyata masih ada yang menaruh kepedulian. Bagus itu, saya sangat mengapresiasi,” ungkap bangga Kompol Arvin atas kepedulian PBB Ranting Air Jamban, Mandau.

Kapolsek Mandau ini berharap, dengan ketersediaan personel bantuan dari PBB, diharap penanganan Karhutla di wilayah berjuluk Kota Minyak ini bisa lebih maksimal teratasi.

“Itu wacana yang sangat bagus. Segera realisasikan bantuan tenaganya untuk memadamkan api, semoga dengan respon baik ini Karhutla di Mandau bisa segera teratasi dengan baik,” pungkasnya.