PINANGKAMPAI.COM, PEKANBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memilih untuk menunda pelaksanaan sekolah tatap muka sekali seminggu, penundaan itu dilaksanakan karena daerah tersebut masuk dalam zona merah penyebaran virus Corona (COVID-19) sepekan terakhir. 

Walikota Pekanbaru, Firdaus mengatakan bahwa Pekanbaru pada gelombang kedua wabah pandemi itu memiliki tingkat penularan yang paling tinggi. Berdasarkan pemetaannya pula, Ibukota Provinsi Riau tersebut kembali menyandang status zona merah.

“Rencana kami memadukan proses belajar mengajar secara daring dan tatap muka sekali sepekan mesti ditunda. Aktivitas belajar mengajar baru bisa dilakukan bila Pekanbaru berada di zona kuning,”sebut Firdaus, Sabtu (12/9) lalu.

Zona merah sebagaimana disebut Firdaus merupakan wilayah terdampak COVID-19 dengan tingkat penularan yang sangat tinggi.

“Makanya itu, kita harus berinovasi untuk tetap mendukung anak-anak,” katanya.

Sebelumnya, Pemko Pekanbaru berencana untuk membuka sekolah tatap muka sekali seminggu bagi sekolah tingkat SD dan SMP. Rencana itupun sudah mendapatkan izin dari pusat melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri.

Namun ternyata, izin sekolah tatap muka itu hanya dibolehkan bagi daerah yang berada di zona hijau dan kuning dengan tingkat penyebaran COVID-19 yang terbilang rendah. Mengingat saat ini Pekanbaru berada di zona merah, maka kegiatan belajar tatap muka di sekolah pun terpaksa di ‘rem darurat’.

“Memang awalnya kita sudah berencana untuk aktifkan kembali belajar tatap muka, tapi melihat kondisi sekarang ini terpaksa kita tunda lagi. Belajar tatap muka kita tunda lagi, sampai nanti keadaan kembali normal,” pungkasnya.