PINANGKAMPAI.COM, BATHIN SOLAPAN – Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas PUPR membangun tiga unit gedung dengan peruntukan Kantor Kecamatan di tiga lokasi.

Seperti yang ada dan telah tampak di wilayah Bathin Solapan, Bandar Laksamana dan di wilayah Talang Muandau. Ketiga gedung itu nantinya bakal menjadi kantor kedinasan masing-masing camat setempat.

Dalam pembangunannya, ketiga proyek tersebut menelan biaya fantastis sekira Rp31,093 Miliar. Ketiga proyek pembangunan kantor pemerintahan itupun sesuai prosedur dan dilelang langsung oleh Unit Layanan Pengadaan Kabupaten Bengkalis.

Untuk proyek pembangunan gedung kantor Camat Bathin Solapan, pagu anggaran awalnya sebesar Rp11,093 miliar. Proyek itu dimenangkan oleh PT. Incosakti dengan penawaran anggaran  Rp10,509 miliar.

Namun saat ini, proyek tersebut agak lamban progresnya. Saat dikonfirmasi, Camat Bathin Solapan, Wahyuddin tak menepisnya. Adapun yang menjadi kendala dalam pembangunannya adalah minimnya ketersediaan pasir, sebagai bahan baku utama dalam tahap semenisasi.

“Kalau progres pembangunannya sudah mencapai 70 sampai 75% lah. Cuma sekaran ini, agak melambat. Kenapa? Stok pasir untuk semenisasi berkurang,” kata Wahyuddin, Sabtu (28/11) siang.

Lantaran minimnya stok pasir, pembangunan pun dilanjutkan seadanya. Bila bahan baku semenisasi habis, pekerjaan non-semenisasi lah yang bakal dilanjutkan.

“Ya kalau ada (pasir), lanjut. Kalau tidak, ya pegang kerjaan lain. Misal pengerjaan atap, plafon, instalasi kelistrikan, kan masih banyak juga yang perlu dibenahi,” ungkapnya.

Sebagaimana dikabarkan sebelumnya, pembangunan gedung itu bakal dan harus rampung di akhir Desember 2020 mendatang. Namun lantaran adanya gangguan dalam hal pengadaan bahan baku semenisasi (pasir, red), maka durasi penyelesaian proyek itu ditafsir melambat hingga pertengahan Januari 2021 mendatang.

“Seharusnya Desember akhir harus sudah selesai. Tapi karena adanya kendala itu, bisa saja diundur ke awal 2021 penyelesaiannya. Yang jelas bangunannya sudah berdiri, hanya tinggal finishing saja sepertinya. Mudah-mudahan kendala itu bisa segera teratasi, jadi proses pembangunannya tetap sesuai dengan target awal,” jelas Wahyuddin.

“Bila tak ada kendala lagi, InshaAllah, 2021 mendatang kantor baru itu sudah bisa ditempati,” pungkasnya.