PINANGKAMPAI.COM, BENGKALIS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis menaja atau merencanakan giat swab test massal bagi seluruh masyarakat, langkah itu dilaksanakan untuk mendeteksi dan secepatnya memutus potensi penularan wabah pandemi Coronavirus Disease Nineteen (Covid-19).

Pelaksana Harian (Plh) Bupati Bengkalis, Bustami, HY melalui Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) dr. Ersan Saputra TH mengatakan, sampai saat ini agenda tersebut masih terus dibahas oleh Satuan Tugas Penanganan (STP) / Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Bengkalis, Riau.

“Benar, ada rencana swab massal. Dan itu sudah mulai dilaksanakan untuk internal pemerintahan, kedinasan, bahkan kemarin dari pihak Kepolisian di kubu Polres Bengkalis juga sudah dilaksanakan,” kata dr. Ersan, Sabtu (8/8) pagi.

Untuk swab massal bagi seluruh masyarakat Bengkalis yang tersebar di 11 Kecamatan termasuk Kecamatan Mandau, Duri, dr. Ersan mengatakan bahwa pihaknya bakal bergerilya hingga ke pelosok daerah untuk menjemput bola alias langsung mendatangkan petugas swab ke rumah-rumah penduduk.

“Kita bukan lagi hanya stay di posko atau di RS (Rumah Sakit, red). Tapi kita langsung door to door. Langsung kita datangi warganya ke rumah-rumah untuk diambil sampel swab nya,” katanya.

Sebagai antisipasi di lapangan, pihaknya menggandeng aparat dari unsur TNI-Polri dan tim gabungan lainnya yang ikut membantu serta menjamin keamanan sepanjang pengambilan sampel swab di lapangan.

“Kita libatkan personel TNI-Polri, biar lebih cepat, aman dan terkendali,” imbuhnya.

Adapun maksud dari swab massal itu disebutnya untuk memetakan luas paparan Covid-19. Bila nantinya ditemukan warga yang terkonfirmasi virus corona, tim di lapangan bisa secepatnya memberi pelayanan dan perawatan terhadap warga yang terpapar.

Sebagai mitigasi atas potensi meluasnya paparan atau penularan Covid-19, petugas di lapangan pun bakal sesegera mungkin melaksanakan sterilisasi lokal, bahkan regional dari temuan sampel yang terkonfirmasi Covid-19.

“Tujuannya kan baik, supaya bisa mendetekai sejak awal dan bisa secepatnya melakukan mitigas atau pencegahan menularnya wabah itu,” terangnya.

Sampai saat ini, pihaknya dan secara umum Pemkab Bengkalis sedang menyiapkan payung hukum yang kokoh untuk menjalankan misi massal tersebut.

“Peraturan Bupati atau Perbup sedang digodok, itulah nanti dasar kita melakukan kegiatan di lapangan. Dan itu merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden nomor 6 tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 yang sudah diteken Pak Presiden 4 Agustus lalu. Sampai saat ini kita masih menunggu,” sebutnya.

Terkait wacana itu, dr. Ersan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak perlu panik. Ia menyebut Covid-19 bukanlah aib yang perlu ditakutkan dengan cara berlebihan.

“Cukup jalankan protokol kesehatan dengan baik dan benar. Kalau untuk swab, kalau benar ya kami bilang benar, kalau tidak pasti kami katakan yang sebenarnya. Kami tidak pernah mengarang, karena itu melanggar kode etik. Tak perlu panik, pakailah masker,” pungkasnya.