PINANGKAMPAI.COM, BENGKALIS – Lebih setahun sudah sistem pembelajaran di Tanah Air berbasis virtual alias online akibat serangan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

Hal serupa juga turut dirasakan kaum pelajar di Negeri Junjungan, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Berbagai alternatif pun dilakukan, untuk mengatur skema pendidikan berbasis protokol kesehatan.

Mulai dari sistem tatap muka berjarak dan terbatas, bahkan belajar dalam jaringan (Daring) pun dilakukan untuk memastikan generasi bangsa tetap mendapatkan ilmu pengetahuan yang kompeten.

Masa kini, peran guru dan orangtua sangat diperlukan. Bila tidak, keterpurukan mutu pendidikan bakal mendera generasi penerus. Keprihatinan kondisi ini turut disampaikan Ketua DPC Pemuda Batak Bersatu (PBB) Kabupaten Bengkalis, Fransisko Sihombing.

Ia mengatakan, pandemi saat ini sangat mengganggu sistem pembelajaran terhadap pelajar. Kadang, sistem belajar Online dirasa kurang efektif penyerapannya.

“Kita turut prihatin, harusnya anak-anak kita merdeka dalam belajar. Namun, wabah ini memaksa setiap insan untuk menjaga jaraknya. Termasuk dunia pendidikan, juga terdampak dari ganasnya mata rantai COVID-19,” kata Fransisko, Minggu (2/5).

Tepat hari ini, kata dia, segenap insan pelajar di Bumi Pertiwi tengah memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh dan diperingati setiap 2 Mei.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, peringatan kali ini dinilai mengukir sejarah sendiri bagi kaum cendikiawan ilmu.

“Bagi anak-anak dan untuk kita semua, segenap pengurus PBB se-Kabupaten Bengkalis turut mengucapkan selamat memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Meski sulit, situasi saat ini tak boleh mematahkan semangat dan merdeka dalam belajar,” serunya.

Mengutip sajak semangat yang diungkapkan Bapak Pendidikan Nasional, Raden Mas Soewardi Soerjaningrat atau juga dikenal dengan julukan Ki Hajar Dewantara, Fransisko seolah mencambuk ilmu kepada seluruh pelajar nusantara.

“Lawan Sastra, Ngesti Mulyo. Artinya, dengan ilmu kita menuju kemuliaan. Meski kondisinya sulit, tapi kita harus tetap semangat menimba ilmu untuk menyongsong masa depan yang lebih mulia,” kata dia membakar semangat.

Sebagaimana diketahui, penetapan Hardiknas sendiri mengacu pada tanggal lahir sang Bapak Pendidkkan yakni 2 Mei 1889. Mengingat seluruh jasanya di era masa lampau yang kian giat menebar ilmu, pendidikan dan kebaikan, gelar Bapak Pendidikan Nasional pun disemat pada nama harumnya.

“Kita patut bangga, Indonesia punya Pahlawan yang bijak dan luhur. Oleh karenanya, kita bisa lebih maju seperti saat ini. Namun, jangan jadikan wabah ini menjadi alasan untuk jatuh dan berhenti belajar,” pesannya.

“Ini harus jadi momentum bagi kita semua, ternyata belajar tak hanya dari sekolah. Kita bisa manfaatkan tekhnologi yang ada untuk menambah khasanah pendidikan, sembari terus mendapat ajaran dari guru atau tenaga pendidik di sekolah lewat saluran digitalisasi. Jangan patah semangat, teruslah pacu diri di era masa kini. COVID-19 tak jadi penghalang dalam belajar, bentuklah masa depanMu lewat keuletan sejak di bangku sekolah,” pungkasnya.