PINANGKAMPAI.COM, DURI – Beberapa waktu lalu, beranda sosial media Facebook tampak beredar sebuah tautan video berjudul “Ditolak Puskesmas Duri”. Video berdurasi beberapa menit itu terdengar menyebut bahwa jajaran di Puskesmas Duri terang-terangan menolak seorang pasien yang sedang kritis akibat sengatan lebah di sekujur tubuhnya.

Dari cuplikan video itu terlihat dua wanita mengenakan masker, salah satu diantaranya tengah mengutarakan persoalan yang dialami oleh lawan bicaranya. Bersuara tegas dan memegang sekeping diduga Kartu Indonesia Sehat (KIS), wanita tersebut menyebut bahwa anak dari lawan bicaranya ditolak perawatannya di Puskesmas Duri.

“Ibu ini datang kepada saya untuk meminta tolong, katanya anak beliau sedang kritis karena sekujur tubuhnya disengat lebah. Tapi Puskesmas Duri menolak,” kata seorang perempuan yang memegang kartu sakti fasilitas kesehatan berwana putih hijau di jemarinya.

Tak henti disitu saja, wanita itu juga meminta Presiden RI, Joko Widodo dapat segera bertindak atas adanya penolakan yang dilakukan oleh jajaran Puskesmas Duri tersebut.

“Pak Jokowi tolong. Anak ibu ini sedang kritis, sekarang sedang di rawat di ruang ICU dan membutuhkan pertolongan,” sebutnya lagi.

Cuplikan video tersebut pun sontak viral, tak kurang dari satu jam video tersebut sudah dibagikan lebih dari 70 kali. Kabar itu pun sontak mengagetkan Kepala UPT Puskesmas Duri Kota, dr. Anggie Siswelli.

Saat dikonfirmasi, dr. Anggi menyebutkan bahwa ia dan seluruh jajarannya kaget bukan main atas postingan yang mencatut nama Puskesmas Duri. Ia mengaku bahwa pihaknya sampai saat ini tak pernah sama sekali melakukan penolakan terhadap setiap warga yang datang untuk memeriksakan kesehatan.

“Saya juga kaget, judulnya Ditolak Puskesmas Duri. Ini Puskesmas yang mana? Karena di Duri sendiri, nama UPT kita memang Puskesmas Duri Kota. Nah tujuan video itu kemana?,” kata dr. Anggie menanggapi edaran video itu, Jumat (31/7) siang.

Dokter Anggie pun menuturkan bahwa wanita tersebut mengatakan bahwa anak yang ditolak perawatannya sedang berada di ruang ICU dalam keadaan kritis. Hal itupun kembali ditepis Anggie dengan penuh ketegasan.

“Di UPT Puskesmas Duri kota, tidak ada fasilitas rawatan atau rawat inap. Kita pun tak punya rawatan ICU. Di sini kita hanya melayani perobatan saja. Ketika pasien datang, ditanya keluhannya apa, lalu diresepkan obat dan setelahnya bisa pulang. Tidak ada kita fasilitas rawatan, jadi lagi-lagi itu maksud pengakuan di video bagaimana sebenarnya?,” imbuhnya.

Perihal penolakan yang digaungkan di fasilitas kesehatan ‘Puskesmas Duri’, dr. Anggie menyebut bahwa pihaknya tidak pernah melakukan penolakan terhadap pasien ataupun warga yang datang.

“Kalau mau berobat kita layani, kalau mau rujuk ya kita arahkan ke fasilitas kesehatan yang memadai. Tapi lagi-lagi ini tujuannya kemana? Kalau Puskesmas Duri, apa benar mengarah ke UPT Puskesmas Duri Kota? Itu yang perlu dijelaskan agar tidak menjadi bola liar,” tuturnya.

Anggie pun berharap agar masyarakat tidak sembarang dalam menerbitkan suatu postingan yang berkaitan dengan suatu instansi atau suatu lembaga. Hal itu dianggap dapat bermuara pada pencemaran nama baik suatu institusi pemerintahan.

“Tolong lah di saring sebelum di-share, jangan sampai ada pihak yang dirugikan atas suatu postingan. Dan saya minta kepada Ibu yang Terhormat, apakah postingan itu diarahkan ke UPT Puskesmas Duri Kota? Bila benar, saya tegaskan kami tidak pernah melakukan penolakan bila ada warga yang datang berobat. Kami juga tegaskan, bahwa Puskesmas Duri Kota tidak punya fasilitas rawat inap dan ICU,” sambungnya.

“Kalau sekiranya yang dituju bukanlah UPT Puskesmas Duri Kota, tolong segera diklarifikasi. Dijelaskan sejelas-jelasnya kemana tujuan pengaduan itu. Karena postingan semacam ini bisa mencemari nama baik UPT Puskesmas Duri Kota. Kami harap postingan video itu segera diklarifikasi untuk mencegah tercemarnya nama baik instansi kesehatan ini. Tidak benar itu, kita tidak pernah menolak pasien yang datang untuk berobat,” pungkasnya.

Sekitar pukul 10.30 WIB hari ini, postingan video tersebut tampak lenyap dari beranda dunia maya. Beberapa akun Facebook yang tadinya menyebar luaskan video tersebut pun tampak menghapus postingan itu seketika.

Belum diketahui kebenaran, waktu dan siapa pengunggah utama video yang kemudian marak disebar luaskan itu. Meski demikian, sang Kepala UPT Puskesmas Duri Kota itu tetap meminta agar pihak yang bersangkutan segera menerbitkan klarifikasi untuk mencegah pencemaran nama baik fasilitas kesehatan yang dipimpinnya.