PINANGKAMPAI.COM, PEKANBARU – Sebanyak 118 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau yang bertugas di 23 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dikabarkan terpapar Coronavirus (COVID-19).

Informasi itu dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir. Saat dimonfirmasi ia mengatakan bahwa penambahan ASN yang terkonfirmasi positif diperoleh dari hasil tracing kontak ASN yang juga positif sebelumnya. 

“Sampai hari ini sudah 118 ASN Pemprov Riau yang terkonfirmasi COVID-19. Termasuk Kepala Bappedalitbang Riau, dan 8 orang pegawai Diskes Riau,” kata Mimi, sebagaimana dilansir dari mediacenter.riau.go.id, Selasa (22/9). 

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Riau, Ikhwan Ridwan saat dikonfirmasi perihal  kabar itu turut membenarkan adanya 118 ASN Pemprov Riau yang terkonfirmasi. 

Ikhwan mengatakan, ASN positif COVID-19 itu tersebar di 23 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), terdiri dinas, badan, biro dan OPD lain. 

Lebih rinci Ikhwan merincikan sebaran kasus di masing-masing OPD, seperti di dinas terdapat 27 ASN terpapar Covi-19. Kasus terbanyak di Dinas Kesehatan Riau 8 orang, dan Diskominfotik Riau 7 orang.  

Kemudan di Dinas Kelautan dan Disnaker masing-masing 2 orang, Dinas PUPR-PKPP 4 orang, Disbun, Disperindag, DPM-PTSP, Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak masing-masing 1 orang. 

Sedangkan di biro terdapat diempat OPD dengan total 14 ASN positif COVID-19, diantaranya Biro Hukum 10 ASN, Biro Umum 2 orang, Biro Pembangunan dan Biro Adpim masing-masing 1 orang.

Selanjutnya di badan terdapat diempat OPD, diantaranya 11 Bappedalitbang, BKD, BPKAD dan Bapenda Riau masing-masing 1 orang.  

Lalu, OPD lain terdapat dienam instansi dengan total ASN positif COVID-19 sebanyak 63 orang. Diantaranya Inspektorat 19 orang, RSJ Tampan 7 orang, RSUD Arifin Achmad 18 orang, RSUD Petala Bumi 9 orang, Satpol PP 2 orang dan Sekwan 8 orang.  

“Kita sudah mengingatkan kepada semua ASN untuk tetap menjaga protokol kesehatan. Bahkan untuk mengantisipasi penularan COVID-19 di kantor pemerintahan, pak Gubernur sudah membuat kebijakan WFH 25 persen pegawai bekerja di kantor secara bergantian,” tutupnya.