PINANGKAMPAI.COM, JAKARTA – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan wabah pandemi Coronavirus (Covid-19) mengatakan bahwa beberapa rumah ibadah telah terdampak dari perebakan virus tersebut.

Berdasarkan data yang ditampilkan dari laman BNPB di bnpb.go.id terlihat klaster rumah ibadah diantaranya ada di gereja, masjid, asrama pendeta, pesantren, dan juga di acara tahlilan.

Untuk Gereja, terdapat 3 klaster dengan total 29 kasus, masjid 3 klaster dengan total 11 kasus, lalu asrama pendeta 1 klaster dengan total jangkitan 41 kasus, pesantren 1 klaster dengan 4 kasus, serta tahlilan 1 klaster dengan total jangkitan 29 kasus.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum PGI, Gomar Gultom mengatakan pihaknya telah menyebarkan pedoman pelaksanaan ibadah saat pandemi Corona ke gereja-gereja. PGI meminta agar gereja menerapkan protokol kesehatan selama peribadatan berlangsung, namun ia lebih menyarankan agar seluruh proses ibadah dapat kembali dilaksanakan bersistem virtual.

“Pertama-tama, kami sudah menyebarkan pedoman atau semacam protokol yang sangat ketat bagi gereja-gereja dalam menyelenggarakan peribadatan di gereja seturut protokol kesehatan menghadapi pandemi Corona,” kata Gomar, Kamis (30/7).

Kepada jemaat, Gomar menyebut pihaknya juga mengimbau untuk mematuhi protokol kesehatan. Dia menyebut penerapan protokol kesehatan secara disiplin bisa mengurangi penularan virus Corona.

“Kedua, kami juga terus mengimbau seluruh gereja untuk mendidik warga mendisiplinkan diri dalam beradaptasi dengan kebiasaan baru seturut dengan protokol kesehatan seraya meningkatkan sistem kekebalan tubuh warga. Kunci dari semua ini adalah disiplin,” katanya menegaskan.

Namun demikian, Gomar menyebut PGI menekankan kepada gereja untuk tidak terburu-buru membuka kembali dan melakukan ibadah tatap muka. Dia meminta agar peribadatan dilakukan secara virtual dari rumah karena penularan masih saja terjadi.

“Ketiga, sesungguhnya PGI menekankan kepada gereja-gereja untuk tidak terburu-buru membuka gereja dan lebih baik tetap menyelenggarakan ibadah dari rumah masing-masing secara virtual,” katanya.

“PGI sangat menekankan untuk perlunya tetap di rumah karena penyebaran virus ini masih belum terkontrol sebagaimana terbukti angka kasus positif baru terus meningkat dari hari ke hari. Di lain sisi juga banyak kasus orang tanpa gejala,” sambungnya.

Lebih lanjut, Gomar mengatakan sebagian gereja telah matuhi pedoman yang diberikan. Namun masih ada pula yang tidak menaati protokol kesehatan itu. Dengan demikian, Gomar meminta agar ibadah dilakukan dari rumah.

“Sebagian gereja mematuhinya, akan tetapi sayangnya beberapa gereja sudah menyelenggarakan ibadah karena menganggap keadaan sudah aman. Menurut PGI, keadaan sekarang belum aman untuk berkerukum sekalipun itu hanya untuk ibadah di rumah,” tandasnya.