PINANGKAMPAI.COM, DURI – Nyaris tengah malam tadi, tepat sekira pukul 23.45 WIB, satu unit rumah di jalan Anggur Merah, Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau, Duri terbakar, Senin (19/4).

Rumah berbahan baku papan berukuran 4×6 meter milik Nel ini terbakar hebat dan membuat keheningan kala itu berubah histeris.

Saat kejadian, kondisi cuaca di seluruh wilayah Duri tengah diguyur hujan lebat. Kala itu pula, api menggila dan menghanguskan seisi rumah tak bersisa.

Kepala UPT Damkar Mandau, melalui Komandan Regu (Danru) I Jefrianto membenarkannya. Ia menegaskan, pihaknya langsung meluncur ke lokasi kejadian di lingkungan RT003/RW006 usai menerima laporan dari warga.

“Benar bang, rumah papan berukuran 4×6 meter di jalan Anggur Merah terbakar saat hujan lebat mengguyur. Setelah dapat informasi, kita langsung meluncur ke lokasi,” kata Jefrianto, Danru I UPT Damkar Mandau.

Tiba di lokasi, pihaknya langsung berjibaku memadamkan kobaran api. Dua unit armada pemadam berisikan puluhan ribu liter air pun dikerahkan guna menjinakkan kobaran sijago merah.

Randi (35) seorang tetangga yang bermukim tak jauh dari kediaman nahas itu mengayakan bahwa rumah tersebut terbakar dalam kondisi tak berpenghuni.

Ia dan warga sekitar mengatakan bahwa Nel dan penghuni rumah lainnya tak lagi terlihat sekitar delapan tahun lamanya. “Rumah itu kosong, tak ada penghuninya. Sudah sekitar 8 tahun ditinggal,” kata Randi malam tadi.

Kobaran api sempat membuat warga sekitar panik, keheningan berubah dramatis lantaran takut api merembet ke rumah warga lainnya yang berdekatan dengan kediaman tak berpenghuni ini.

Meminimalisir kobaran susulan, tim Damkar bekerja efektif. Api berhasil dipadamkan sekira pukul 00.25 WIB di hari selanjutnya, Selasa (20/4).

“Sumber kobaran api belum diketahui, karena rumah ini kosong tak berpenghuni. Laporan pun masuk saat api sudah membesar. Untuk nilai kerugian, juga tidak bisa kita tafsirkan sepihak. Karena pemiliknya tidak berada di lokasi,” terang Jefrianto lagi.

“Api padam sekira pukul 00.25 WIB bang, selanjutnya kita lakukan pendinginan. Setelah benar-benar padam, baru kita himpun keterangan sebagai data. Sebelum kami tinggalkan lokasi, keadaan sudah kondusif,” tutupnya.