PINANGKAMPAI.COM, BENGKALIS – Sejumlah titik api di wilayah Kabupaten Bengkalis masih terpantau hingga sore lalu, Minggu (14/3).

Dilaporkan, titik api terpantau sejak Sabtu (13/3) lalu dan tersebar di tiga lokasi wilayah Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau, Duri.

“Lokasi pertama ada di jalan Natuna II, RT006/RW020, Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau, Duri. Di titik ini, lahan bersemak seluas 1 Hektare terbakar,” kata Jefrianto, Komandan Regu (Danru) UPT Damkar Mandau, Senin (15/3) pagi.

Kemudian, api kembali terpantau di jalan Stadion, Kelurahan Air Jamban, Duri. Di lokasi kedua ini, kata Jefri sekitar satu hektare lahan yang ditumbuhi semak ilalang juga terbakar.

Tak henti, api kemudian terdeteksi di jalan Perintis III, Gang Berkik, RT001/RW020, Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau, Duri. Di lokasi ketiga ini, api tampak membesar dan menghanguskan sekitar 1.5 hektare lahan bersemak.

“Dari tiga lokasi ini, luas lahan yang terbakar mencapai 3.5 hektare lebih. Alhamdulillah, masing-masingnya sudah dipadamkan sebelum menjalar lebih luas,” kata Komandan Regu ini.

Di hari berikutnya, tepatnya pada Minggu (14/3) siang, kobaran api kembali terpantau. Namun, lokasinya tak lagi di Kecamatan Mandau.

Pada Minggu siang, kobaran api terpantau menggagahi lahan dengan vegetasi mudah terbakar di wilayah Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Di sana, lahan yang berada di wilayah terdepan RI ini terbakar dengan hebatnya.

Berjibaku, UPT Damkar Rupat Utara pun meluncur ke lokasi. Tiba di sana, aksi pemadaman sempat dihadapkan rintang medan yang sulit ditakhlukkan.

Jarak menuju ke titik api terbilang jauh dan ditumbuhi belukar. Meski demikian pemadaman tetap dilakukan lewat jalur darat. Tak lama menggagahi, api langsung diguyur muntahan air dari nozle pemadam.

“Api berhasil kita padamkan, areal yang terbakar terbilang cukup luas,” kata petugas Damkar dari UPT Damkar Ruoat Utara.

Sepanjang aksi pemadaman, kata dia, teriknya matahari dan kencangnya hembusan angin membuat api kian gagah. Dengan cepat kobarannya pun merembet dan melumat habis ilalang dan dedaunan kering.

“Meski tantangannya sulit, api tetap berhasil kita kuasai. Api padam, dan dilanjutkan dengan pendinginan,” ucapnya.

“Wilayah kita ini masih sangat butuh curah hujan yang banyak, agar lokasi rawan api bisa kembali lembab. Semoga keadaan segera membaik dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tak lagi terjadi,” pungkasnya.