PINANGKAMPAI.COM, DUMAI – Jajaran dari kantor Bea dan Cukai (BC) Dumai besama TNI Angkatan Laut (AL) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu, Sabtu (13/6) lalu.

Sekitar 30 Kilogram serbuk kristal yang tergolong dalam obat-obatan terlarang itu diketahui dibawa dari Malaysia dan hendak diselundupkan ke Dumai melalui wilayah perairan.

Dalam aksinya, para penyelundup itu nyaris menabrakan kapal bermuatan barang haram itu ke kapal petugas sebagai wujud perlawanan. Ketegangan sempat terjadi dalam rangkaian pengejaran tersebut.

“Tim mengamankan 2 orang yang dengan barang bukti 30 Kg sabu. Pelaku dalam kapal speed ada 3 orang, satu orang lagi berhasil melompat ke bibir pantai. Saat ini proses pengejaran,” kata Kepala Seksi PLI Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (BC) Dumai, Gatot Kuncoro.Gatot menjelaskan, dua orang yang diamankan inisial RI warga Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis. Selanjutnya inisial MY warga kota Dumai.

“Barang bukti dan 2 orang sudah diamankan di Kantor Bea Cukai Dumai,” katanya.

Gatot menjelaskan, awalnya tim BC Dumai dapat informasi akan adanya penyelundupan sabu dari Muar, Malaysia ke Dumai. Atas informasi tersebut tim gabungan langsung menyusun strategi penyergapan.

Kemudian pada Sabtu dini hari, sekitar pukul 01.30 WIB tim bergerak dengan menggunakan 3 kapal Patroli BC sampai pukul 07.00 WIB. Sepanjang pengejaran itu, tim belum menemukan kapal yang dicurigai.

“Dan tim gabungan tetap siaga di perairan yang dicurigai,” katanya.

Siang hari, sekitar pukul 13.55 WIB tim gabungan melihat sebuah speed boat tengah berlayar. Tampak mencurigakan, tim terus mengamati speed boat yang diketahui berkekuatan 60 PK.

Speed boat itu melaju kencang menyisir perairan Tanjung Leban Dumai dari arah Bengkalis. Tim langsung bergerak dan melakukan pengejaran. Menggunakan kapal patroli, tim sempat menghadang kapal cepat yang dicurigai membawa barang ilegal yang dimaksudkan.

Kecurigaan pun berbuah keberhasilan saat petugas melihat speed boat itu ditumpangi 3 orang dan salah satunya berusaha melarikan diri dan nekad hendak menabrakkan kapalnya ke kapal Patroli Bea Cukai.

“Namun karena kesigapan petugas, kapal penyelundup malah mengalami kerusakan bodi dan akhirnya tenggelam,” paparnya menjelaskan.

Dari kapal tersebut, ditemukan 30 sabu paket sabu-sabu yang dibungkus dalam kemasan teh China. Saat dilakukan pemeriksaan lebih mendalam, keseluruhan paket tersebut berisi serbuk kristal bening dengan berat bruto (kotor) 32.196 gram adalah yang diketahui merupakan Methamphetamine.

“Selanjutnya 2 orang pelaku dan barang bukti akan diserahterimakan ke Badan Narkotika Nasional Jakarta,” pungkasnya.